Kenalan Yuk

Biodata Saya

Nama       : Irza Setiawan

Panggilan : Irza, Wawan

Tempat/Tanggal Lahir : Amuntai, 24 November 1987

Agama : Islam

Alamat : Tangga Ulin Hilir Rt 04 No 201 Amuntai Kalimantan Selatan

Pekerjaan : Penulis, Penyiar Radio, Mahasiswa STIA Amuntai

Nama Ibu : Munawarah

Nama ayah : Muhammad Noor

Nama adik : Erwin Maulana

 

Email/friendster : irza.setiawan@yahoo.co.id

 

 

 

 

Aku tidaklah semulia nabi Muhammad

 

Tidaklah setakwa Nabi Ibrahim

 

Tidak setabah nabi Ayyub

 

Ataupun segagah Nabi Musa

 

Apalagi setampan Nabi yusuf

 

Aku hanyalah seorang hamba Allah

 

Yang berusaha menjadi muslim yang baik

 

Sebenarnya aku bingung mau nulis apa? Khawatirnya malah melebih-lebihkan diri, atau menimbulkan rasa bangga pada diri, atau menimbulkan titik kesombongan di hati saya, mudah-mudahan apa yang aku tulis ini terhindar dari sifat membanggakan diri, karena apalah arti diri ini jika tanpa bantuan Allah, tangan saya bisa menulis itu karena Allah, otak saya bisa berpikir itu karena Allah, andai saja Allah mengambil sebagian saja dari kemampuan saya untuk menulis, andai saja Allah menghilangkan kemampuan berpikir saya, niscaya tulisan ini tidak bisa dibaca oleh para pembaca semuanya, izinkan saya untuk mengenalkan diri saya pribadi, saya terlahir pada hari selasa tanggal 24 November 1987 dengan kondisi fisik yang lemah, sering sakit-sakitan, tapi karena kasih sayang orang tualah saya masih tetap bertahan, terkadang bundaku begadang satu malam penuh hanya untuk menjaga diriku seorang, betapa besar pengorbanan beliau, kadang-kadang air mata tak terasa menetes ketika melihat wajah bunda yang semakin menua,

 

Sekolah pertama di Taman Kanak-kanak Darul Mualafin, disini pertama kalinya aku mengenal hurul abjad, angka, dan sebagainya, kadang-kadang bunda membelikan poster ABJAD, biar aku bisa mulai menghapal urutan abjad dari A sampai Z, ada juga mainan menyusun angka, dimana angka tersebut diacak terlebih dahulu oleh bundaku, kemudian aku disuruh menyusun kembali dari no 1 sampai no 10

 

irza-setiawan-balita

 

Diriku saat balita

Kemudian aku sekolah di SDN Tangga Ulin 2, sebuah sekolah terpencil yang hanya mempunyai 10 orang murid, atap bolong di sana sini, tidak mempunyai lapangan upacara, tanpa perpustakaan, kena langganan banjir setiap tahun, dan sebagainya, tapi alhamdulillah  seiring dengan perkembangan waktu, sekolahku itu kini telah mengalami perkembangan yang pesat.

 

Sekolahku berlanjut di SLPTN 2 Amuntai, ini pertama kalinya aku sekolah ke kota, bahkan aku benar-benar merasa kesulitan berinteraksi dengan anak-anak kota, sehingga aku lebih suka menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah ketimbang bergabung dengan teman-teman sekolahku.., cerita berlanjut saat aku Sekolah di SMAN 1 Amuntai, pergaulanku tidak banyak berubah, masih suka menghabiskan waktu di perpustakaan sekolah ketimbang berinteraksi dengan teman-teman sekolah, suasana berubah ketika aku kelas 3 SMA, disini aku mulai mencoba membuka diri untuk berinteraksi, ikut gabung berorganisasi, sehingga ini langkah awal perubahan diriku, sehingga aku bukan termasuk orang yang tertutup lagi bagi orang lain.

 

Novel Ayat-ayat Cinta karangan Habibburahman El Shirazy benar-benar berpengaruh besar terhadap kehidupanku, sehingga timbul niat untuk mengikuti jejak beliau, berdakwah lewat tulisan, dengan kemampuan seadanya, Alhamdulillah lahirlah karya pertamaku, novel Cinta Menuju Surga, pada bulan agustus 2006, bisa dibilang ini novel yang mungkin masih belum layak edar, maklumlah aku penulis pemula, jadi masih belum ada rasa percaya diri, tahun 2007, mohon maaf aku lupa bulan apa, maklum keterbatasan manusia, aku mendapat tawaran untuk menjadi penyiar radio di Gema Khuripan Amuntai dengan tema keislaman, benar-benar kesempatan emas, ini bisa menjadi lahan dakwah, sekaligus membuatku melatih diri untuk berbicara di depan umum, novel terbaruku berjudul Dibalik Kerudung Cinta ( Agustus 2008 ), novel yang sebagian besar kuambil dari kehidupan pribadiku sendiri, mudah-mudahan para pembaca bisa mengambil manfaat dari blog mungil ini, serta mohon maaf yang sebesar-besarnya jikalau ada kata-kata yang kurang berkenan.

 

 

 

 

%d bloggers like this: