MSDM Bab 5

Seleksi Pegawai

 

—Dengan seleksi pegawai kita akan mengetahui apakah dalam organisasi terdapat sekelompok pegawai yang memenuhi tuntutan organisasional atau tidak sangat tergantung pada cermat atau tidaknya proses itu dilakukan
—Faktor  yang harus diperhitungkan
—A, penawaran tenaga kerja
—B. Tantangan Etis
—C. Tantangan Organisasional
—D. Kesamaan kesempatan memperoleh pekerjaan
—Penawaran Tenaga Kerja
—Semakin banyak jumlah pelamar yang diseleksi, maka akan semakin baik dalam perekrutan pegawai yang memenuhi persyaratan, dan sebaliknya
—Faktor Etika
—Artinya memegang teguh norma-norma dalam seleksi pelamar pekerjaan, karena bukan tidak mugkin ada diantara pelamar yang menyogok dengan hadiah, karena ada unsur kekeluargaan, dan sebagainya
—Faktor Internal Organisasi

Situasi internal organisasi harus dipertimbangkan juga dalam merekrut dan menyeleksi tenaga-tenaga kerja baru. Misalnya besar kecilnya anggaran yang dialokasikan untuk belanja pegawai

 

—Faktor kesempatan kerja
—Secara etika dan moral tentunya praktek yang diskriminatif tersebut tidak dapat dibenarkan. Tidak ada alasan apapun yang membenarkan tindakan dan praktek demikian.
Langkah dalam proses seleksi
—1. Penerimaan surat lamaran
—2. penyelenggaraan ujian
—3. Wawancara seleksi
—4. Pengecekan latar belakang pelamar dan surat-surat referensinya
—5. Evaluasi kesehatan
—6. Wawancara oleh manajer yang akan menjadi atasan langsungnya
—7Pengenalan pekerjaan
8. Keputusan akan lamaran
Penerimaan Surat Lamaran
—Sesungguhnya proses seleksi berlangsung dua arah dalam arti bahwa organisasi pemakai tenaga kerja menyeleksi para pelamar dan di lain pihak para pelamar memilih organisasi dimana dia berharap akan berkarya.
Penyelenggaraan Ujian
—Berbagai ujian diselenggarakan dan dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang obyektif dan dengan tingkat akurasi yang tinggi tentang cocok tidaknya pelamar dengan jabatan atau pekerjaan yang akan dipercayakan kepadanya.
—Pada dasarnya ada tiga jenis tes yang ditempuh pelamar
—1. tes psikologi
—2. tes yang menguji pengetahuan pelamar
—3. tes pelaksanaan pekerjaan
—Wawancara sebagai alat seleksi merupakan pembicaraan formal antara perekrut dengan pelamar, lima manfaat dari wawancara
—1. Kesan kuat tentang akseptabilitas pelamar untuk bekerja dalam organisasi
—2. Perolehan jawaban yang agak pasti atas pertanyaan apakah pelamar mampu melaksanakan pekerjaan yang akan dipercayakan kepadanya
—3. perolehan bahan perbandingan antara pelamar yang diwawancarai dengan para pelamar lain untuk pekerjaan yang sama
—4. pengenalan pelamar dengan lebih baik
—5. Kesempatan pelamar untuk lebih mengenal organisasi
—Tipe-tipe wawancara
—1. Wawancara tidak terstruktur
—2. Wawancara terstruktur
—3. Gabungan antara tidak terstruktur dan terstruktur
—4. Pemecahan masalah
—5. wawancara dalam situasi stress.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: