Di Balik Kerudung Cinta (Bagian 8)

Oleh : Irza Setiawan

Bumi Seakan Hancur

Bayangan putih mengitari pandanganku, badanku terasa ringan, aku seakan melayang-layang diantara sinaran cahaya-cahaya yang mengitari tubuhku, aku berada dimana, kupandangi sekelilingku, tidak ada orang, hanya aku sendirian disini.

“ Andre…”

Aku mendengar suara lembut seorang perempuan memanggil namaku, tapi siapa, darimana asal suara itu.

“ Andre…, sadarlah aku mohon, sadarlah Dre… “

Suaranya mengiris hati, siapa yang memanggilku, perlahan-lahan cahaya terang mengitari pandanganku, dengan sekuat tenaga, kubuka mataku.

“ Andre, sadarlah… “

Sesosok gadis melintas di depan mataku, mula-mula pandanganku terasa buram, tapi semakin lama pandanganku semakin jelas, gadis itu menangis, air mata membanjiri pipinya.

“ Aisha…. “

“ Andre, kamu sudah sadar, syukurlah. “

“ Dimana aku, kepalaku sakit sekali. “

“ Kamu berada di rumah sakit, sudah tiga hari kamu tidak sadarkan diri karena kecelakaan yang menimpamu.

“ Kecelakaan…? “

Kuingat-ingat lagi peristiwa itu, tidak lama kemudian aku ingat Anisa, kenapa aku jadi mengingatnya, kenapa aku selalu memikirkannya, dia tidak seharusnya ada di dalam pikiranku,  air mataku menetes.

“ Andre, kenapa kamu menangis? “ Aisha bertanya kepadaku.

“ Bukan urusanmu, sudahlah aku masih kuat, kenapa aku harus menghabiskan waktuku di rumah sakit ini. “ aku mencoba bangkit, tetapi aku terjatuh, aku kaget bukan kepalang, kakiku tidak bisa di gerakan.

“ Andre, keadaanmu masih lemah, kenapa kamu memaksakan dirimu, perawat, tolong! “

Aisha berteriak memanggil perawat, tidak lama kemudian perawat datang membaringkanku kembali ke tempat tidur, untuk beberapa saat Aisha dan perawat saling berbincang, apa yang mereka bicarakan? Kenapa mereka seakan-akan menyembunyikan sesuatu dariku.

Apa yang terjadi pada diriku, kenapa aku merasa ada sesuatu yang terjadi pada diriku, setelah perawat meninggalkan kami, dengan memberanikan diri, aku bertanya pada Aisha.

“ Aisha, apa yang terjadi pada diriku, kenapa kakiku sulit untuk digerakan. “

“ Andre… “

“ Jawab Aisha, apa yang terjadi pada diriku. “

Aisha diam sejenak.

“ Andre, kecelakaan itu benar-benar membuat tubuhmu lemah, kamu banyak kehilangan darah, Andre, untuk sementara, kamu tidak akan bisa berjalan, bersabarlah. “

Air mataku menetes, ya Allah, sedemikian berat cobaan ini Kau timpakan, pertama aku kehilangan cinta Anisa, kedua aku kehilangan langkah kakiku.

***

Malam ini terasa buram, perasaanku hancur berkeping-keping, seharian ini aku hanya bisa duduk di kursi roda, derap langkah kakiku digantikan oleh kedua roda ini, aku merasa hidupku ini tidak ada artinya lagi.

Malam semakin larut, sunyi senyap, Anisa, apa yang sedang dikerjakannya saat ini, apakah dia merindukanku seperti aku yang merindukannya saat ini, kukitari sekeliling rumah sakit dengan kursi roda dengan perasaan hampa, benar-benar hampa, lama-lama aku mulai keluar dari wilayah rumah sakit.

Pandanganku kosong, tatapanku gelap, aku terus menjalanku kursi rodaku, tiba-tiba…

Brakk….!!!

Sebuah mobil menyenggol kursi rodaku, aku terjatuh dari kursi roda, sang sopir memakiku dengan sumpah serapah yang menyesakkan dada, kemudian sang sopir pergi begitu saja tanpa merasa bersalah.

Aku mencoba bangkit, tapi tidak bisa, kakiku benar-benar lumpuh total, tidak bisa digerakan, kuseret tubuhku untuk menggapai kursi roda, tapi aku benar-benar kehabisan tenaga, jalanan benar-benar sepi, tidak ada seorangpun manusia yang bisa menolongku.

Rintik air hujan mulai jatuh kebumi, semakin lama semakin deras, tubuhku basah kuyup, aku menggigil kedinginan, aku masih berusaha menyeret tubuhku untuk menggapai kursi roda, tangan kananku berhasil menggapai kursi roda, tapi aku benar-benar tidak bisa bangkit, air mataku mulai menetes.

“ Andre! Kenapa kamu lari dari rumah sakit. “

Aisha menghampiriku sambil menangis, dia membantuku menaiki kursi roda, air hujan yang deras membanjiri tubuh kami berdua.

“ Kamu kenapa hujan-hujanan seperti ini Dre, tubuhmu masih lemah, kamu harus lebih banyak istirahat. “

“ Tidak, aku baik-baik saja kok, aku sehat-sehat saja. “

“ Kamu harus banyak istirahat. “

“ Aisha, tolong biarkan aku sendiri. “

“ Aku tidak akan membiarkanmu sendiri. “

“ Kamu kenapa sih, sudah kubilang biarkan aku sendiri. “ Kulepas pegangan Aisha, aku mencoba untuk bangkit sendirian, tapi aku tidak sanggup, badanku lemah sekali, aku terjatuh kembali. “

“ Tu kan, apa aku bilang, badanmu masih lemah, kamu harus banyak istirahat. “ Aisha kembali membantuku berdiri.

“ Lepaskan aku, aku bisa bangun sendiri. “

“ Kamu kenapa sih Dre? “

“ Aisha, kenapa kamu begitu bodoh sekali, kenapa kamu harus capek-capek peduli dengan orang yang sudah kehilangan harapan hidup sepertiku ini. “

Plakkk!!!!

Kurasakan air yang mengalir dari rambutmu jatuh berhamburan ke tanah seiring dengan gerakan wajahku, sebuah tamparan yang keras dari Aisha menyadarkanku, membuatku bisu, pipiku terasa perih sekali, suasana hening, air hujan yang deras terus membasahi tubuh kami, Aisha menangis, air matanya mengalir di balik cadarnya yang putih, cadarnya terlihat basah oleh air mata, Aisha menangis untuk diriku, aku tidak percaya, masih ada orang yang menangis karenaku.

“ Hanya seperti itukah arti hidup bagimu Dre, hidup ini penuh perjuangan, masa hanya karena kamu ditinggalkan oleh cintamu, dan kamu kehilangan derap langkahmu, kamu menyerah begitu saja, kamu adalah laki-laki yang paling lemah yang pernah kutemui dalam hidupku. “

Suasana hening, hanya suara rintik hujan yang menghampiri kedua telinga kami, rambutku basah kuyup, air hujan mulai membasahi wajahku lewat aliran kibasan rambutku, butiran-butiran Kristal bening berguguran dari helai-demi helai rambutku, Wajahku tertunduk, kutarik kebelakang rambut yang menutupi wajahku, aku berpikir sejenak, merenung tentang diriku, kenapa aku menjadi putus harapan seperti ini.

“ Aisha, maafkan aku, maaf… “

Hanya kata maaf yang bisa kuutarakan kepadanya, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi.

“ Andre… “

Aisha memanggilku, perlahan-lahan kuangkat wajahku, mencoba mencari keberanian untuk kembali memandangnya.

“ Tersenyumlah, kamu ganteng kalau tersenyum “ Suara Aisha kembali menenangkan suasana, membuatku lega.

Aku tersenyum masam, Aisha membalas senyumanku, kemudian Aisha mengantarkanku kembali ke rumah sakit.

***

Malam ini terasa dingin sekali, tetesan embun menempel di kaca jendela rumahku, Alhamdulillah kesehatanku sudah mulai membaik, sudah sekitar tiga hari ini aku pulang ke rumah. aku mengambil air wudlu dengan melangkahkan kursi rodaku, kubuka kran ledeng, air yang segar mulai keluar dari pipa ledeng, kubasuh kedua telapak tanganku, kubersihkan sela-sela jariku,

Ya Allah, kami mohon anugerah dan barakah , dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan dan kehancuran 8

Kumasukan air ke dalam mulutku untuk berkumur-kumur.

Oh, Tuhan, masukanlah padaku tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah diriku di tempat keluar yang benar, dan jadikanlah diriku dari

8. Bacaan doa ketika mencuci dan membersihkan telapak tangan

Diri-Mu, bahwa Engkau adalah Kuasa Yang Menolongku.

Oh Tuhan, tolonglah daku untuk selalu membaca kitab-Mu dan dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan tetapkanlah aku dengan ucapan yang tegas di dunia maupun di akhirat. 9

Lalu kumasukkan air yang suci ini kedalam kedua lubang hidungku.

Oh, Tuhan, aromakan wewangian surga-Mu dan Engkau melimpahkan ridha-Mu. 10

Setelah air kumasukkan kedalam kedua lubang hidungku, lalu kusemburkan air di hidungku.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aroma busuk-nya neraka, dan bau busuknya dunia. 11

Lalu aku membaca niat berwudhu sebelum membasuh mukaku, ketika air ini mengaliri wajahku, kesejukan mengaliri aliran darahku.

Oh, Allah, bersihkan wajahku dengan cahaya-Mu, sebagaimana di hari Engkau putihkan wajah-wajah kekasih-Mu. Ya Allah janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan-Mu , di hari, dimana Engkau gelapkan wajah-wajah musuh-Mu.

Tuhan, sibakkan cadar hitamku dari tirai yang membungkus hatiku untuk memandang-Mu, sebagaimana Engkau buka cadar para kekasih-Mu. 12

Kubasuh tangan kananku .

Oh, Allah…, berikanlah kitabku melalui tangan kananku, dan hitunglah amalku dengan hitungan yang seringan-ringannya. 13

Lalu kubasuh tangan kiriku.

Oh, Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari pemberian kitabku dari tangan kiriku atau dari belakang punggungku… 14

Lalu kuusap kepalaku.

9. Doa yang diucapkan ketika berkumur sebelum melakukan wudlu      12. Doa Ketika membasuh muka

10. Doa ketika menghirup air ke dalam hidung.                              13. Doa membasuh tangan ketika berwudlu

11. Doa ketika menghamburkan air dari lubang hidung.                                  14. Doa ketika membasuh tangan kiri ketika berwudlu

Oh Allah, payungi keplaku dengan payung Rahmat-Mu, turunkan kepadku berkah-berkah-Mu, dan lindungi diriku dengan perlindungan payung Arasy-Mu, di hari ketika tidak ada lagi payung kecuali payung-Mu. Oh, Tuhan…, jauhkan rambutku dan kulitku dari neraka. 15

Lalu kuusap telingaku.

Oh Tuhan, jadikan diriku tergolong orang-orang yang mendengarkan ucapan yang benar dan mengikuti yang paling baik. Tuhan, pendengarkan

telingaku panggilan-panggilan surga di dalam surga bersama hamba-hamba-Mu yang baik.

Kuusap kaki kananku.

Ya, Allah, teguhkan kakiku di atas sirath pada kaki-kaki tergelincir ke dalam neraka.

Dan kuusap kaki kiriku.

Ya, Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tergelincirnya kakiku dari sirath pada hari tergelincir kaki orang-orang munafik.

Setelah berwudlu, aku melangkah ke dalam kamarku, aku menunaikan shalat isya dengan berduduk, karena aku tidak bisa bangkit, kakiku terlalu lemah untuk berdiri, hatiku terasa sejuk ketika menunaikan shalat, setelah menunaikan shalat, aku berbaring kembali ke tempat tidur.

Malam ini aku sulit sekali untuk tidur, bayangan tentang Anisa kembali terlintas di depan mataku, aku berusaha sekuat tenaga untuk menepis bayangan ini, tapi sungguh aku tidak bisa, hatiku terlalu merindukannya, aku bangkit ke kursi roda, kujalankan kursi rodaku menuju lemari pakaianku, di atas lemari ini, ada sebuah kotak kecil berisikan foto-fotoku bersama Anisa, mungkin dengan memandang foto ini, hatiku bisa  tenang.

Aku berusaha menggapai kotak di atas lemari, tapi tidak bisa, lemari ini terlalu tinggi jika dibandingkan dengan tinggi badanku yang hanya bisa duduk di kursi roda, andai saja aku bisa berdiri, aku bisa menjangkau kotak

15 Doa mengusap kepala ketika berwudlu

ini dengan mudah, aku berusaha untuk bangkit sambil mengangkat tangan kananku, ada titik terang, tangan kananku hampir bisa menggapai kotak itu, sedikit lagi, aku berusaha bangkit sekuat tenaga, tetapi tiba-tiba.

“ GEEDUBBBRAKKK!!!! “

Aku terjatuh, kursi rodaku terpelanting, aku tidak bisa bangkit, aku hanya bisa tiarap di lantai sambil menyeret tubuhku untuk menggapai kursi roda, air mataku menetes, hidupku seakan tidak berarti lagi tanpa kedua kakiku.

“ Andre, Kamu kenapa nak? “

Ibuku berlari menghampiriku, lalu beliau membantuku dengan kasih sayangnya, aku kembali berbaring di tempat tidur dengan perasaan gelisah.

***

“ Bangun pangeran. “

Tiba-tiba ada suara seorang gadis terdengar di telingaku, begitu kubuka kedua mataku, kulihat Aisha sedang berdiri menatapku ditemani ibuku, tapi mataku sangat mengantuk, setelah tahu bahwa Aisha yang datang menemuiku, aku bersiap tidur kembali.

“ Selamat pagi Dre. “

“ Selamat malam, selamat tidur, semoga mimpi indah. “ Jawabku sambil bersiap-siap tidur kembali

“ Kok selamat malam sih, ini udah pagi lho. “

Dengan rasa malas, kupandangi Aisha. “ Iya, tumben pagi-pagi datang ke rumahku, ada apa? “

“ Hari ini waktunya kamu melakukan therapy, aku sudah minta izin sama ibumu untuk menemanimu ke sana. “

“ Therapy, tapi ini masih terlalu pagi, aku masih ngantuk. “ Kataku sambil menutupi tubuhku dengan selimut, tiba-tiba saja Aisha mengambil selimutku.

“ Anak manis jangan jadi pemalas ya, udah pukul sembilan lho, sekarang cepetan mandi, biar tambah ganteng, lalu kita pergi ke rumah sakit.“

“ Gak mau, ngantuk tau. “

“ Oke, tunggu sebentar. “

Aisha meninggalkanku, bagus deh, sekarang aku bisa tidur pulas dengan tenang, tidak ada lagi yang bisa menggangguku.

“ JRRRRRENGGGG !!!!!! “

Tiba-tiba saja terdengar suara musik di telingaku, aku kaget bukan kepalang, Aisha membunyikan radio di samping telingaku dengan keras sekali.

“ Aisha, nakal banget sih. “ Kulihat Aisha dan ibu sedang tertawa kecil,menertawai diriku yang sedang dikerjain habis-habisan.

“ Habis, kubangunkan secara baik-baik gak mau, makanya dengan cara yang sedikit keras, hehehe.. “

“ Iya iya, aku nyerah deh tuan putri, sekarang aku mandi. “

Ibuku membantuku untuk duduk di kursi roda, kemudian aku mandi, setelah semuanya terasa siap, kami pergi ke rumah sakit untuk melakukan therapy.

Pagi ini terasa sejuk sekali, aku dan Aisha pergi bersama, Aisha membantuku berjalan dengan mendorong kursi rodaku.

“ Aisha, darimana kamu tahu kalau aku kecelakaan. “

“ Surya yang memberi tahu, kebetulan keluargamu memberitahunya, kemudian dia menelponku dan mengatakan kalau kamu kecelakaan, tanpa pikir panjang, aku langsung pergi ke pulau Kalimantan. “

“ Aku bangga sama kamu. “

“ Kenapa? “

“ Aku sangat bahagia mengenalmu, kamu adalah sahabat yang sangat baik sekali kepadaku, kamu rela menyeberang pulau hanya untuk menjengukku. “

Pipi di balik cadar yang menutupi wajah Aisha terlihat merah merona menahan malu, dia tersenyum, meskipun aku tidak tahu seperti apa wajah aslinya,tapi aku yakin kecantikannya wajahnya pasti seperti bidadari surga,di tambah lagi akhlaknya yang seperti malaikat, dia hanya membalas kata-kataku dengan senyuman, tanpa bisa berucap apa-apa, Tak terasa kami sudah sampai di rumah sakit.

( Bersambung)

3 Responses

  1. apakah kita di haramkan memakan kepiting…?

  2. Assalamu’alaikum,.

    ini cerbungnya bagus,.
    tapi koq baru sampai bagian 8 ya ???

    bagian 9 dst nya buruan di posting ya,.
    kutunggu,.

    Syukron,.

    Wassalammu’alaikum,.

  3. Min, cerbungnya tolong diterusin dong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: