Berkaca Diri Diserambi Masjid

Wahai Sahabat
Di serambi masjid
Saat rintik hujan menitik
Ayat itu kau bacakan untukku
Dan saat itu kita merasa hati kita menjadi sesak
Air mata membanjir, kepiluan datang mencekam
Saat kembali kau bacakan tiap ayat demi ayat
Kurasa kesadaranku mulai hilang, dan hampir pingsan
Karena ledakkan tangis yang tak tertahankan

“Dan tidak ada seorangpun dari padamu,
melainkan mendatangi neraka itu.
hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan
Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa
dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam Keadaan berlutut.”

Tiada yang tahu bagaimana nasibnya nanti
Ketika melintasi sirath
Jembatan yang lebih tipis dari rambut
Dan lebih tajam dari pedang
Yang panjangnya sekitar tiga ribu atau lima belas ribu tahun perjalanan
Dimana jilatan jahanam menanti di bawahnya
Ada yang melewatinya secepat mata memandang
ada juga yang melewatinya dengan luka lecet karena sayatan
dan di sentuh jilatan neraka yang panas membara
atau terjatuh ke dalam kubangan kengerian luar biasa
hanya amal ibadah yang kan menyelamatkan kita semua
Ya Allah, sungguh dengan anugerahMu Continue reading

Advertisements