Dasyatnya Pengaruh Media

By : Irza Setiawan

Saat asiknya berbincang-bincang dengan Ustadz Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia di sebuah rumah makan sederhana di daerah kota Amuntai Kalimantan Selatan, iseng-iseng, kakek saya yang duduk di sebelah beliau bertanya, kira-kira menurut pendapat antum, bagaimana moral generasi muda sekarang, beliau menghela napas panjang, sambil menikmati secangkir teh hangat, beliau berkata, kira-kira seperti ini ” Pemuda yang baik akan semakin baik, sedangkan pemuda yang kurang baik, akan semakin terpuruk, karena itu dakwah sangat penting bagi kehidupan kita ”.

Saya yang duduk di depan beliau jadi merenung, memang generasi zaman sekarang sudah sangat memprihatinkan, pacaran merajalela dan menjadi menu wajib bagi kawula muda, begitu mudahnya melihat perempuan tanpa busana, ups…, afwan, maksud saya, perempuan yang mengenakan pakaian namun sangat terbuka begitu menggoda, menggelincirkan mata yang memandang sehingga angan-angan perilaku nista semakin menggila, boncengan kendaraan dengan pelukan mesra perusak suasana, kibaran rambut wanita penabur pesona perusak jiwa, seperti iklan yang berkata, beli satu gratis dua, dapat pandangan mempesona, gratis akhlak ternoda dan membuat syaitan tertawa.

Suasana telpon-telponan yang semakin menggila, tidak pagi, siang, malam, menelpon kekasih pujaan jiwa, padahal tiada kehalalan baginya, hanya pembicaraan yang mengekang nafsu, penyaluran syahwat yang hina, sehingga satu menit saja tidak menelpon dia, serasa ada yang kurang.. kurang berisi, wah.. jadi ingat iklan superman kurus kering, hehehe.

SMS setiap waktu, kata-kata yang tiada manfaat di dalamnya, Lagi ngapain? Udah makan atau belum? Udah mandi apa belum? Dan sebagainya, di tambah lagi ungkapan kata-kata zina seperti sayang, honey, darling (dadar guling), beib, dan seterusnya, ah afwan, saya kurang begitu mengerti dengan istilah-istilah seperti itu, mudah-mudahan ungkapan-ungkapan di atas bisa di pahami, waktu di habiskan dengan telpon-telponan, SMSan dengan non mahram, berjam-jam, sehingga waktu ibadah terbengkalai, Masya Allah. Padahal Allah sering bersumpah terhadap waktu di Al Quran yang mulia, lalu jadilah, para generasi muda yang menghabiskan waktunya di jalan yang hina penuh noda, seakan diri hidup selamanya.

Kerusakan generasi muda memang tidak lepas dari pengaruh media, lihatlah media televisi, sinetron remaja penuh dengan adegan cinta, pelukan mesra, ciuman hangat, gandengan tangan, rangkulan tubuh, dan sebagainya, gosip-gosip hangat penuh dengan ghibah, membicarakan keburukan orang lain, membuka aib selebritis, reality show pacaran yang semakin padatnya, hampir setiap sore di televisi di tampilkan mengenai reality show seperti ini, seorang pejuang cinta, menaklukan hati sang wanita, di mana di gambarkan sosok pemuda tersebut dengan rayuannya, bisa meluluhkan hati sang wanita, pegangan tangan, sentuhan lembut seakan-akan lumrah dipandang mata, pakaian wanita di televisi tersebut, sangat mengundang perhatian pejuang cinta, lalu bagaimanakah selanjutnya? Tentulah jikalau cinta yang berbicara, itu hanyalah bohong belaka, yang ada hanyalah pandangan mempesona, sehingga nafsu yang bergelora, terbukti reality show seperti itu, menampilkan adegan-adegan zina yang di saat sekarang dianggap hal biasa, padahal dosanya luar biasa.

Jangan heran kalau data mahasiswi di Jogja kurang lebih sekitar 97 % sudah tidak perawan, jangan kaget kalau tingkat aborsi di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, mereka adalah bayi-bayi yang tidak berdosa, kemudian di bunuh dengan cara hina, akibat sang orang tua, tidak bisa menerimanya lahir ke dunia, orang tuanya hanya tahu nikmat sementara, hanya ingin kesenangan semata, namun tiada tanggung jawab di antara mereka.

Tontonan adegan percintaan, Reality show pacaran, baik di media televisi, radio dan sebagainya kebanyakan di nikmati oleh jiwa-jiwa muda, para remaja penerus generasi bangsa, padahal tontonan seperti itu akan sangat mempengaruhi jiwa para penikmatnya, dalam 24 jam, acara keagamaan sangat singkat, itupun di tayangkan di waktu pagi buta, di mana para remaja masih terlelap menutup mata, saudaraku, memang terkadang kita sangat memerlukan hiburan, tapi carilah hiburan yang membangun, yang meneguhkan keimanan kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: