Pornografi Mengancam Kita

PORNOGRAFI MENGANCAM KITA

By : Irza Setiawan

Tingkah laku seseorang sangat bergantung kepada jalan pikirannya kepada objek yang dipikirkan. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat mafahim (persepsi) terhadap segala sesuatu. Disamping itu, manusia selalu mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan persepsinya terhadap kehidupan. Sebagai contoh, persepsi seseorang terhadap orang yang dicintainya akan membentuk perilaku yang berlawanan dari orang tersebut terhadap orang lain yang dibencinya. Jadi, tingkah laku manusia selalu berkaitan erat dengan persepsi yang dimilikinya. Di zaman serba modern sekarang ini, dimana waktu dan jarak tidak bisa dibatasi karena perkembangan tekhnologi semakin maju, bagaikan detak jarum jam yang selalu mengalir dari detik ke detik, dan kebebasan berekspresi, mengeluarkan pendapat, memberikan opini tidak terbatas lagi bagi tiap-tiap masyarakat, persepsi tentang masalah pornografi pun semakin berkembang laksana senjata api yang siap memuntahkan ribuan peluru, ada yang mengatakan jikalau bagian atas dan bagian bawah masih tertutup, itu masih belum bisa dikategorikan sebagai pornografi, tetapi jika ada tubuh yang tidak tertutup sehelai benang pun baru disebut pornografi, ada juga yang mengatakan bahwa jika hanya mengenakan pakaian atas dan pakaian bawah sudah bisa di kategorikan sebagai pornografi, dan pemikiran-pemikiran lain yang semakin meluas di masyarakat, menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, Pornografi artinya Pengambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu birahi atau Bahan bacaan yang dengan sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu birahi dalam seks. Tingkat bahaya pornografi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan, VCD porno, tabloid, majalah-majalah porno, serta produk porno lainnya begitu bebas bertebaran dimana-mana dengan harga yang sangat murah, berbagai elemen masyarakat, dari orang tua, para remaja, hingga anak – anak pun bisa mendapatkannya. Hasil riset Associated Press (AP) tahun 2003 menyebutkan bahwa Indonesia berada diperingkat kedua setelah Rusia sebagai surga pornografi, perlu dicatat, bahwa fenomena ini seperti gunung es, dimana puncaknya kelihatan, sementara bagian bawahnya tidak terlihat, data tentang pornografi di Indonesia saja sudah demikian parah, itu baru data yang berhasil diketahui, yang masih belum diketahui bisa jadi lebih ganas lagi. Dalam sebuah diskusi di Jakarta, anggota komisi VIII anggota Pansus RUU APP, Alfridel Jinu beranggapan, kalau RUU disahkan dalam kondisi bangsa sekarang ini, akan menimbulkan masalah baru terutama di sektor industri seni, dalam kondisi bangsa kita yang secara ekonomi kurang baik, usaha yang masih dianggap bisa bertahan adalah industri seni, jika untuk yang satu ini dihancurkan juga, maka akan bertambah parah lagi keadaan ekonomi bangsa Indonesia, banyak pekerja dalam industri ini akan terkena imbasnya, ini adalah pemikiran yang hanya berpusat kepada materi, kepada uang, yang saya khawatirkan bukanlah masalah ekonomi saja, tetapi akhlak dan moral para generasi bangsa jikalau industri ini tidak dihentikan, maka, masalah justru akan makin parah lagi ketimbang masalah ekonomi, negara akan semakin hancur karena moral generasi muda semakin tidak karuan, kalau masalah rezeki itu berasal dari Allah, karena sebelum lahir, pembagian rezeki kepada manusia sudah ada, kita tidak disuruh mencari rezeki, tapi kita disuruh menjemput rezeki kita, kalau menjemput itu sudah pasti ada, tinggal cara menjemputnya bagaimana, apakah dengan cara positif, atau negatif, justru mencari materi lewat jalan menghancurkan moral bangsa adalah perbuatan yang sangat keji, coba kita pikir, seorang bayi, tidak berdaya, tidak bisa apa-apa, dikaruniakan rezeki oleh Allah, mendapat air susu ibu, setelah itu lama-lama bisa makan bubur, dan sebagainya sehingga jadi dewasa Pandangan Islam tentang pornografi Islam memang tidak secara jelas memberikan pengertian tentang pornografi, tetapi, islam memiliki konsep aurat yang jelas, Aurat laki-laki, adalah antara pusar dan lutut, sementara aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, dalam hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, Al Albani ketika Asma menemui Rasulullah dengan pakaian yang terang, maka lisan mulia beliau berkata “Hai Asma, sesungguhnya wanita, apabila telah sampai ke tanda kedewasaan (haidh), tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini-beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangan, jadi, apabila ada wanita yang keluar rumah tanpa menggunakan jilbab dan kerudung, atau menampakan auratnya kepada laki-laki yang bukan mahramnya, maka itu sudah bisa dikategorikan sebagai pornografi, bermacam-macam persepsi dari para perempuan pun muncul, ada yang mengatakan belum siap, belum dapat hidayah, dan sejuta alasan lainnya, sebenarnya alasan tersebut itu hanyalah alasan yang dibuat-buat, ketahuilah hidayah sudah ada dari zaman dahulu, sangat jelas dalam kitab suci Al-Quran, tinggal mau menjemput hidayah tersebut dengan terus mendapat keberkahan Allah, atau terus menyombongkan diri dengan menolak hidayah tersebut dan mendapat murka Allah. Maka, langkah awal untuk menghindari semua itu adalah kembali kepada individunya dulu, dia harus memikirkan dan merenungi kehidupan ini, darimana dia berasal? untuk apa didunia ini? dan kemana kita setelah meninggal? kita semua berasal dari Allah, hidup di dunia untuk mengabdi kepada Allah, kemudian kita akan kembali kepada Allah, selain individu, pemerintah pun sangat berperan besar, kita ambil contoh, pada saat ada aturan wajib memakai helm standar, masyarakat yang menggunakan helm ini sekitar 20%, tetapi di saat pemerintah memberikan peraturan yang ketat, dengan disertai sanksi-sanksi jikalau ada yang melanggar, maka pemakaian helm standar meningkat sampai hampir 80%. Islam memerintahkan kepada laki-laki dan perempuan untuk memelihara kehormatan dirinya dengan menundukan pandangan (QS. An Nuur:30-33), itulah keindahan islam, islam sangat memuliakan manusia dengan memerintahkan manusia untuk menjaga kehormatan dirinya, jadi tidak ada alasan untuk melihat aurat wanita, Allah memerintahkan ini pastilah untuk kebaikan kita sendiri, tidak mungkin Allah memberikan aturan yang tidak mempunyai manfaat bagi kita semua, tetapi saya cukup sedih jika melihat keadaan kita, Indonesia merupakan Negara mayoritas muslim terbesar, tetapi kebanyakan wanita di Indonesia melepas jilbabnya, menampakan auratnya, bahkan para selebritis/ artis yang istiqomah memakai jilbab bisa dihitung dengan jari, andai mereka tahu bahwa setiap langkah mereka keluar rumah dengan menampakan aurat mereka itu selalu mendapat murka dari Allah SWT, sebaliknya, jikalau selalu menjaga kehormatan diri, menutup auratnya, amal ibadah akan terus mengalir kepada dirinya, mudah-mudahan Allah memberikan keistiqomahan bagi para muslimah yang selalu menjaga kehormatan dirinya, dan melembutkan hati para wanita yang masih belum menutup auratnya secara sempurna agar mau menutup auratnya dan menjaga kehormatan dirinya, amin.

Ditulis oleh : Irza Setiawan

Ketua Integrasi Studi Islam ( ISI )

Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai

Blog :http://www.irzasetiawan.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: