Suara Hati Arya

sasukeSUARA HATI ARYA

By : Irza Setiawan

Aku benci semuanya

Rasa takutku, kelemahanku, sifat egoisku

Entah siapa diriku sebenarnya ?

Semuanya menjadi berbeda karena kejadian itu

Kenapa aku menjadi seorang pecundang seperti ini

Batin Arya meringis, menahan pahit yang sangat menyesakkan dada, sejak kejadian dimana cintanya di khianati, ikrar janjinya di ingkari, malam itu, selepas dia tiba di Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, Reka calon istrinya ternyata menjalin hubungan dengan laki-laki lain, kondisi kejiwaannya terguncang, hanya iman di dalam dada yang membuatnya tenang.

Malam semakin dingin, kaca jendela mengembun, Arya bangkit dari tempat tidurnya, melangkahkan kakinya mengambil air wudhu, air suci mengaliri tubuhnya, sajadah dihamparkannya, lalu dia menghadap yang Maha Kuasa, air mata mengaliri pipinya, sungguh hanya Allah tempat curahan hatinya, di saat masalah datang, orang-orang menyebut nama Allah, di saat pesawat lepas landas, cuaca tidak terkontrol, para awak pesawat gelisah, mereka akan menyebut nama Allah, di saat peperangan terjadi, dan ujung pedang menembus tubuh seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, di waktu tubuh tidak bisa digerakan, pandangan menjadi buram, nafas tinggal satu-satu, dan malaikat maut siap mencabut nyawa seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, duhai Allah, Engkaulah yang menenangkan hati tiap hamba-hambaMu, tenangkanlah hati hambaMu ini ya Allah, ampunilah setiap salah dan khilaf hamba, maafkan hamba jikalau masih belum bisa menjadi imam yang baik bagi Reka, maafkan jikalau hamba masih kurang mensyukuri nikmatMu, maafkan hamba jika sempat melanggar batasan mahram antara hamba dengan Reka ya Allah, hamba tahu dia masih belum resmi menjadi istri hamba, dia masih belum halal bagi hamba, maafkan hamba jikalau sering menelponnya, SMS dia, bertemu dengannya, tapi malah hal itu yang membuat hamba melanggar batas syariatMu ya Allah, hal yang hamba anggap remeh, ternyata dosanya Nauzubillah, ampuni hamba. Continue reading

Advertisements

Pornografi Mengancam Kita

PORNOGRAFI MENGANCAM KITA

By : Irza Setiawan

Tingkah laku seseorang sangat bergantung kepada jalan pikirannya kepada objek yang dipikirkan. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat mafahim (persepsi) terhadap segala sesuatu. Disamping itu, manusia selalu mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan persepsinya terhadap kehidupan. Sebagai contoh, persepsi seseorang terhadap orang yang dicintainya akan membentuk perilaku yang berlawanan dari orang tersebut terhadap orang lain yang dibencinya. Jadi, tingkah laku manusia selalu berkaitan erat dengan persepsi yang dimilikinya Continue reading

Menelusuri Jati Diri

jati-dirimuMenelusuri Jati Diri

By : Irza Setiawan

“Jati Dirimu”,Apaan sih?Lagi-lagi Saya harus berpikir lama ketika diminta menulis coretan ini. Pantaskah? Ini bukan soal pantas atau tidak pantas, ini soal tanggung jawab dihadapan Allah, saya sangat takut jikalau dari tulisan ini malah lbih banyak memberikan mudharat daripada manfaat bagi para pembaca, atau malah mnimbulkan titik ksombongan di hati saya sbagai pnulis, ada sebuah hadist shahih yg mengatakan,tidak akan masuk surga apabila ada ksombongan di hati se2orang, meskipun sebesar biji zarah skalipun, Na’udzubillaahi min dzaalik!.Saya harus jujur,bahwa saya ini belumlah apa2,blajar menulis juga baru kemarin sore,Namun mengingat bgitu banyaknya desakan Continue reading