Di Balik Kerudung Cinta

Jenis         : Novel

Tebal        : 315 Halaman

Penulis     : Irza Setiawan

Insya Allah Segera Terbit

 

Perlahan – lahan sinar rembulan tenggelam, sinar bintang di angkasa mulai lenyap, deru angin malam terus bergulung – bergulung di luar sana ,rasa dingin terasa menembus pori-pori kulitku, merasuk ke dalam tulangku, tapi rasa dingin ini seakan-akan lenyap, di saat bibirku mengucapkan ayat-ayat Allah, aku terpaku di atas sajadah, air mataku mengalir lembut, tetesan-tetesan kristal bening yang meleleh di kedua mataku terus mengalir, membasahi sajadah hijau muda ini, di saat memikirkan kekurangan diri di keheningan malam, nikmat dari Allah tiada henti & tiada terputus, sedangkan pengkhianatanku juga tiada henti & tiada terputus, 24 jam Allah memberikan nikmatnya, nikmat mata yang bisa melihat, nikmat telinga yang bisa mendengar, dan sebagainya, sedangkan diriku, kadang-kadang lupa dengan-Nya,lupa menyebut nama-Nya yang agung, terpedaya oleh kenikmatan dunia yang semu, memang aku bukan nabi yang bisa selalu sempurna, aku hanyalah manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan, tapi aku harus terus berjuang untuk menggapai cintaNya. Fajar mulai terbit, kokok ayam bersahut-sahutan,sambil menikmati indahnya pagi,aku berdoa.

               

Sami’a Saami’um bi hamdillaahi wa husni balaa’ihii alainaa. Robbanaa shoohibnaa wa afdhil’alainaa’ aa’idzam billaahi minan naar.

                ( Mendengarlah yang bisa mendengar akan pujian kepada Allah dan nikmat-Nya, serta cobaan-Nya yang baik kepada kita. Wahai Tuhan kami, temanilah kami dan berilah keutamaan kepada kami. Kami berlindung kepada Allah dari neraka. )

               

Usai shalat, aku bangkit, pagi ini, aku harus ke rumah Ustadz Yusuf, belajar agama dengan beliau, sebenarnya cuaca kurang mendukung, rintik hujan mulai turun, tapi janji tetaplah janji, apalagi Ustadz Yusuf, disiplin beliau sungguh luar biasa, mana mungkin aku berani tidak hadir dengan alasan cuaca seperti ini, kupasang jaket putih bertuliskan ISI STIA Amuntai, jaket ini sudah menemaniku selama aku kuliah disini, untuk melindungi tubuhku dari ganasnya cuaca dingin ini,dengan keteguhan hati sambil minta perlindungan dari Allah, aku berangkat.

 

***

               

Benar -benar di luar dugaan, dari tujuh murid beliau, hanya tiga orang yang hadir, akibatnya jatah membaca kitab untuk tujuh orang di limpahkan kepada kami bertiga, aku pulang dengan langkah gontai,sesampainya di rumah kurebahkan tubuhku,kasur yang hangat menerima kehadiranku, aku mencoba memejamkan mata, agar terbuai dalam mimpi indah, tapi entah kenapa, aku tidak bisa tidur, padahal tadi malam aku hanya tiga jam tidur, karena lembur mengerjakan tugas kuliah, tapi tetap tdk bisa tidur, padahal tubuh ini terasa lemah, kubuka radio yang tepat di sampingku, Iyan lagi siaran, kudengar kali ini dia sedang membahas topik tentang masalah seorang cewek, nama cewek itu berinisial SK, ceritanya SK sudah lama menjalin cinta dengan seorang cowok dan sering melakukan making love, akhirnya SK hamil, ketika SK meminta pertanggung jawaban, si cowok pergi melarikan diri entah kemana,SK menyesal sudah melepaskan keperawanannya sebelum menikah, SK bingung harus gimana, orang tuanya belum mengetahui tentang masalah ini ,karena itu Iyan meminta bantuan kpd para pendengar untuk memberi saran atau masukan buat SK melalui Via SMS atau melalui Line telpon, sudah banyak SMS masuk memberikan masukan buat SK, ada yang bilang jujur saja kepada orang tuanya, ada juga yang menyumpahin si cowok dengan kasar,dan sebagainya tetapi masih belum ada satupun line telpon yang masuk, lalu aku mencoba-coba menelpon, kudengar suara Iyan d radio.

               

“ Yap guys, kelihatannya sudah mulai ada telpon masuk, gue coba angkat penelpon pertama pada malam hari ini, halo selamat malam… “

               

“ Halo, Assalamualaikum. “

               

“ Waalaikum salam, dengan siapa? “

               

“ Dengan Andre. “

               

“ Wah…,Andre ya,tumben lho nelpon, oh ya Dre, gue butuh bantuan nih, ceritanya gini,dulu teman kita si SK pernah menjalin cinta dengan seorang cowok, dan sudah ngelakuin making love, hasilnya SK hamil, saat SK mau meminta pertanggung jawaban ama cowoknya, cowknya melarikan diri entah kemana, kira-kira apa yang harus SK lakuin ?

               

“ Kalau melihat masalah kayak gini ya, aku lebih memandang kepada sisi positifnya & sisi negatifnya. “

               

“ Sisi positif & sisi negatif, maksudnya ? “

               

“ Yang namanya pernikahan,bukan hanya butuh kesiapan fisik & mental saja, tetapi juga membutuhkan mahar yang akan di berikan pada calon istri, sisi positifnya mungkin si cowok menghilang sementara untuk mencari uang menyiapkan resepsi pernikahan dengan si SK, tetapi kalau memandang dari sisi negatifnya, kayaknya SK hanya dijadikan budak penyaluran syahwat cowoknya, hal ini sudah bisa dilihat dari penjelasan SK yang mengatakan sering melakukan making love dengan cowoknya, tapi yang pasti, making love sebelum ada ikatan halal, maksudnya sebelum menikah, merupakan perbuatan yang sangat keji, yang tidak pantas dilakukan oleh siapapun, kalaupun cowoknya benar-benar melarikan diri, SK harus berani menerima kenyataan, setiap kejadian, pasti ada hikmahnya dan kita bisa menjadikan masalah ini menjadi pelajaran buat kita semua, agar hal seperti ini tidak akan terulang kembali, kayaknya itu saja masukan dari aku. “

               

“ Oke makasih banyak ya Dre, semoga saja SK bisa mencerna saran darimu. “

               

Kututup telponku, ada kedamaian di hati ini rasanya setelah menolong orang lain, kupejamkan mataku, lalu aku terbuai dalam mimpi indah.

 

***

               

Tepat pukul tiga malam, aku terbangun, setelah memuji kebesaran Allah, aku mengambil air wudhu untuk shalat malam ,air yang segar mulai keluar dari pipa ledeng, kubasuh kedua telapak tanganku, kubersihkan sela-sela jariku,

               

Ya Allah, kami mohon anugerah dan barakah, dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukan dan kehancuran

               

Kumasukan air ke dalam mulutku untuk berkumur-kumur

               

Oh, Tuhan, masukanlah padaku tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah diriku di tempat keluar yang benar, dan jadikanlah diriku dari Diri-Mu, bahwa Engkau adalah Kuasa Yang Menolongku.

                Oh Tuhan, tolonglah daku untuk selalu membaca kitab-Mu dan dzikir yang sebanyak-banyaknya ,dan tetapkanlah aku dengan ucapan yang tegas di dunia maupun di akhirat.

               

Lalu kumasukkan air yang suci ini ke dalam kedua lubang hidungku.

               

Oh, Tuhan, aromakan wewangian surga-Mu dan Engkau melimpahkan ridha-Mu.

               

Setelah air kumasukkan ke dalam kedua lubang hidungku, lalu kusemburkan air di hidungku.

               

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari aroma busuk-nya neraka, dan bau busuknya dunia.

               

Lalu aku membaca niat berwudhu sebelum membasuh mukaku, ketika air ini mengaliri wajahku, kesejukan mengaliri aliran darahku.

               

Oh, Allah ,bersihkan wajahku dengan cahaya-Mu, sebagaimana di hari Engkau putihkan wajah-wajah kekasih-Mu. Ya Allah janganlah Engkau hitamkan wajahku dengan kegelapan-Mu , di hari, dimana Engkau gelapkan wajah-wajah musuh-Mu.

               

Tuhan, sibakkan cadar hitamku dari tirai yang membungkus hatiku untuk memandang-Mu, sebagaimana Engkau buka cadar para kekasih-Mu.

               

Kubasuh tangan kananku .

               

Oh, Allah…, berikanlah kitabku melalui tangan kananku, dan hitunglah amalku dengan hitungan yang seringan-ringannya.

               

Lalu kubasuh tangan kiriku.

                Oh, Allah, aku berlindung kepada-Mu, dari pemberian kitabku dari tangan kiriku atau dari belakang punggungku…

               

Lalu kuusap kepalaku.

               

Oh Allah, payungi kepalaku dengan payung Rahmat-Mu, turunkan kepadaku berkah-berkah-Mu, dan lindungi diriku dengan perlindungan payung Arasy-Mu, di hari ketika tidak ada lagi payung kecuali payung-Mu. Oh, Tuhan…, jauhkan rambutku dan kulitku dari neraka.

 

Lalu kuusap telingaku.

               

Oh Tuhan, jadikan diriku tergolong orang-orang yang mendengarkan ucapan yang benar dan mengikuti yang paling baik. Tuhan, pendengarkan telingaku panggilan-panggilan surga di dalam surga bersama hamba-hamba-Mu yang baik.

               

Kuusap kaki kananku.

               

Ya, Allah, teguhkan kakiku di atas sirath pada kaki-kaki tergelincir ke dalam neraka.

               

Dan kuusap kaki kiriku.

               

Ya, Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tergelincirnya kakiku dari sirath pada hari tergelincir kaki orang-orang munafik.

               

Setelah berwudhu, aku berjalan menuju kamarku, kuhamparkan sajadah, lalu aku mulai menghadapNya, begitu mengangkat takbir, bayangan Anisa, seorang gadis yang selama ini bisa membuatku bergetar, seorang gadis berkerudung yang sering menjelaskan kepadaku tentang keindahan islam mulai menhantui pikiranku, terus membayangiku, aku kehilangan kekhusukan hatiku dalam shalat, aku tidak bisa mengendalikan perasaan hatiku, aura kecantikan Anisa selalu terlintas dalam pikiranku, aku berusaha mencoba shalat sekhusuk-khusuknya, tapi aku tidak bisa, air mataku mulai menetes, aku menangis karena aku kehilangan kekhusukan shalatku,“ Ilahi, kasihanilah diriku, aku tidak ingin kehilangan cinta-Mu, namun engkau juga tahu, aku tidak bisa mengendalikan perasaanku kepada makhluk-Mu, aku tidak bisa menghindari aura kecantikan Anisa, aku bersimpuh kepada-Mu, berikanlah hambamu ini kekuatan, supaya bisa mengendalikan diri”.

               

Semakin aku berharap kepada ilahi, semakin aku meratap dan mengiba, air mataku semakin deras membasahi pipiku,aku takut membuatMu cemburu, duhai Ilahi, sebab, hanya kepada Engkau, hatiku slalu memuji, hiasilah hati hamba untuk selalu mengingatMu, Ya Allah.

               

Suasana malam semakin dingin, menusuk – nusuk kulitku, aku masih bersujud kepadaNya, sajadahku basah dengan air mata, aku takut dengan dosa-dosa yang terus membayangiku, pikiranku semakin karuan tak menentu, kepalaku sakit sekali, pandanganku mulai gelap.

               

Dalam keremangan gelap, aku merasakan ada sesosok pria yang mendatangiku, dia mendekatiku, derap langkahnya sungguh bijaksana, siapakah dia sebenarnya? Ketika aku mengangkat wajahku, subhannallah, ketampanannya sungguh luar biasa, dia tersenyum sangat manis kepadaku, aku masih bersimpuh di atas sajadahku, perlahan-lahan dia mendekatiku, lalu membantuku untuk bangkit dan berdiri, setelah membantuku,dia membalikkan badan, sambil perlahan-lahan pergi meninggalkanku, aku berusaha memanggilnya.

 

                “ Saudaraku, tunggu dulu, siapakah engkau sebenarnya? “

 

                Lalu pria itu membalikkan badan sambil tersenyum kepadaku, senyumannya sangat indah, bagaikan bulan purnama yg menyinari malam yang kelam.

 

                “ Namaku Muhammad, duhai umatku yang dimuliakan Allah. “

 

                “ Muhammad. “ Aku kaget bukan kepalang.

 

                “ Ya, aku adalah rasul Allah, aku melihat kegundahan hatimu, aku melihat air matamu, andai kau tahu, hatiku perih di saat melihatmu meratap dan mengiba kepadaNya.

               

Setelah aku tahu, bahwa yang di depanku adalah baginda Muhammad, kekasih Allah, aku langsung memeluk beliau, tangisku meledak, air mataku tumpah, kuciumi tangan beliau, lalu kupeluk erat tubuh beliau.

                Perlahan-lahan, aku mulai sadar, aku masih terbaring di atas sajadahku, ternyata mimpi, air mataku masih membanjiri pipiku, aku merindukanmu, duhai Rasullullah.

               

Allahumma salliala Muhammad wa alaali Muhammad kama sallayta alaa ibrahim wa alaa ali ibrahim innaka hamiddun majiid Allahumma baarik alaa Muhammad wa alaa ali Muhammad kamaa barak taala ibrahim waala ali ibrahim innaka hamiidun majiid.

                ( Ya Allah semoga shalawat dilimpahkan pada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana telah engkau limpahkan shalawat pada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah semoga berkahilah Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau memberkahi Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia ).

 

Hari mulai gelap, angin bertiup kencang, suasana dingin benar-benar menusuk tulang, perlahan-lahan hujan mulai turun, semakin  lama  semakin deras, sedikit demi sedikit air mulai merembes memasuki rumah, meskipun aku sudah mengenakan sweater-ku, tapi suasana dingin terus saja mengancam tubuhku, handphone-ku berbunyi, ada SMS masuk, nomor baru, kubuka.

               

“ Assalamualaikum, maaf, benarkah ini nomor kak Andre “

               

Kubalas.

               

“ Waalaikum salam, benar, ini siapa ya? “

               

“ Ini SK,yang kemaren punya masalah di radio, sebenarnya nama saya Siska, rumah saya dekat dengan rumah ka Andre, bersebelahan dengan rumah Clara, terima kasih banyak atas saran kakak kemaren. “

               

Kubalas.

               

Oh Siska yang warna cat rumahnya biru dan banyak dihiasi tanaman itu kan, sama-sama, gimana kabar tentang pacarmu ? “

 

Siska membalas.

               

“ Sampai sekarang dia belum kelihatan batang hidungnya, saya sedih sekali, saya menyesal, sudah melakukan perbuatan keji dan sangat dilarang agama. “

               

Kubalas.

               

“ Sabar, tabahkan hatimu, yang pasti jadikan semuanya menjadi pelajaran yang berharga, bertobatlah, Allah masih membukakan pintu maaf bagimu, Allah masih memberimu kesempatan untuk memperbaiki diri, gunakanlah kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. “

               

Siska membalas.

               

“ Iya kak ,saya akan berusaha memperbaiki diri, sudah terlalu banyak dosa yang saya lakukan, mungkin janin yang saya kandung ini merupakan peringatan dariNya karena saya sudah terlanjur masuk dalam kubangan dosa, kak Andre makasih banyak atas perhatiannya. “

               

Klik, kumatikan handphone-Ku, rupanya SK itu Siska, puteri sulung pak Tarno, seorang pengusaha karet yang kaya raya, Siska merupakan gadis aneh yang selalu senyum kepadaku, setiap kali aku berpapasan di jalan dengannya, dia tidak pernah menyembunyikan senyumannya, tapi hanya kubalas dengan menundukan pandanganku, Siska merupakan sesosok gadis yang sangat cantik, wajahnya yang putih dan rambutnya yang indah selalu membuat para laki-laki terpesona, andai saja Siska mau memakai kerudung, pasti dia bakalan lebih cantik lagi,dia seorang siswi kelas tiga sekolah menengah atas, aku mengetahui hal itu pada suatu kesempatan berbincang dengannya, kami tak sengaja berjumpa, dia pulang sekolah dengan mobil mewahnya, sedangkan aku  pulang kuliah dengan jalan kaki, kebetulan dia menawarkan memberikan tumpangan kepadaku, karena kami satu jalur, awalnya aku menolak, tapi karena dia terus memaksa, akhirnya aku masuk mobilnya, aku duduk di samping sopir pribadinya, sedangkan dia duduk di belakang, aku tidak mungkin duduk bersebelahan dengannya.

               

“ Hei namamu Andre kan? “

 

“ Iya. “

               

“ Kamu pasti tahu namaku, iya kan ? ”

               

“ Iya, aku tahu, namamu Siska, putri sulung pak Tarno, seorang pengusaha karet.”

               

“ Kau benar, bagaimana kuliahmu tadi, seru gak? “

               

“ Seru, tapi cukup capek juga sih, maklum akhir-akhir ini tugas menumpuk “

               

Begitulah Siska, bicaranya sangat lancar dan ceplas-ceplos, aku lebih banyak diam, mendengarkan segala ocehannya, Siska sebenarnya seorang gadis yang baik, tapi mungkin karena pengaruh teman-temannya dan kurangnya perhatian dari orang tuanya yang sibuk dengan pekerjaan, makanya Siska terlalu liar dan bebas, bahkan kupikir-pikir,  Siska lebih akrab dengan pembantunya sendiri daripada orang tuanya.

               

Lalu Anisa, hatiku benar-benar sudah tertancap padanya, aku sudah bertekad, dalam waktu dekat, aku akan meminangnya, bersama-sama menjalin rumah tangga yang diridhai Allah, dan berjuang bersama untuk menggapai cintaNya

 

***

 

Matahari mulai menggerogoti kulitku, keringat demi keringat berceceran jatuh ke bumi, rasanya topi yang bertengger di kepalaku tidak cukup untuk menahan ganasnya sinar matahari, udara hawa panas membuat tubuhku semakin gerah, kuusap wajahku dengan sapu tangan, hitam, penuh dengan debu, padatnya asap kendaraan semakin memperkeruh suasana, seandainya aku tidak ingat dengan tanggung jawabku sebagai seorang mahasiswa yang mencari ilmu, seandainya tidak ingat bahwa diriku dilepas orang tua dengan linangan air mata, tentu lebih enak berada di rumah, merebahkan diri di kasur yang empuk sambil menyalakan kipas angin yang sejuk, lalu terbuai dengan belaian lembut mimpi-mimpi yang indah, oh…alangkah indahnya.

 

Sesampainya dirumah, segelas air putih dingin menyambut tenggorokanku, meregangkan urat saraf tubuhku, kulihat jam dinding, tepat pukul enam sore, sebentar lagi waktu magrib tiba, kuambil handuk, baru saja melangkah menuju kamar mandi, handphone-ku berbunyi, ada SMS masuk, nomor baru, kubuka.

               

“ Assalamualaikum, apa benar ini saudara Andre “

               

Dilihat dari SMSnya, kelihatannya orang yang menghubungiku mengenaliku, lalu aku mulai membalas SMSnya.

               

“ Waalaikum salam,benar ini dengan Andre,mohon maaf kalau boleh tahu, ini siapa ya? “

               

Tidak lama kemudian dia membalas

               

“ Andre Ketua ICC  itu kan? “

               

Sejenak aku bingung membaca SMSnya, kok dia ngomong secara berbelit-belit seperti ini, dengan sabar aku meladeni permainannya.

               

“ Benar, ngomong-ngomong,kamu siapa ya? “

               

“ Aku penggemar beratmu J

               

“ Aku hanya manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan, apa sih yang patut di banggakan dariku, sebenarnya saya berbicara dengan siapa sih? “

               

“ Hehehe…, coba tebak? “

               

“ Aduh, kok kamu mau main tebak-tebakan sih, sebentar lagi magrib,aku mau ke mushala,kamu siapa sih ? “

               

“ Oh iya, aku jadi lupa,bentar lagi magrib,ya udah,jangan lupa shalat ya…. “

               

“ Mohon maaf,kamu siapa ya? “

               

“ Udah deh,gak penting kok. “

               

Aduh ni orang,benar-benar mempermainkanku, siapa sih yang sore ini suka iseng kepadaku, lalu aku mulai mengirim SMS lagi kepadanya.

               

“ Hei, kalau kamu gak menjawab pertanyaanku, aku takut shalatku menjadi tidak khusuk. “

               

“ Hah! kok gitu sih, apa hubungannya SMS ku dengan shalatmu. “

               

“ Karena kamu belum mengaku siapa dirimu sebenarnya, memunculkan rasa penasaran yang sangat besar pada diriku, aku takut di saat shalat nanti, pikiranku tertuju pada rasa penasaran yang sampai saat ini belum terjawab. “

               

Tidak lama kemudian,orang misterius itu membalas SMS ku.

               

“ Duh Andre, aku mohon maaf udah mengganggumu, ini aku Aisha, maaf ya udah mempermainkanmu, bentar lagi magrib, aku mau siap-siap shalat dulu. “

 

                “ Oh…,Aisya toh, dikirain siapa, hehehe…, ok deh, met sore ya Aisha. “

 

                Rupanya Aisha yang mempermainkanku, memang,Aisha adalah sosok gadis bercadar putih yang selalu suka iseng kepadaku, oh iya, kalau ketemu dengannya, aku jadi teringat dengan Aisha istrinya Fahri di Ayat-ayat Cinta,hehe..

               

Hari mulai gelap, kurebahkan tubuhku di kasur, baru saja mata menutup, tiba-tiba aku mendengar suara ribut, seorang lelaki memaki habis-habisan dengan perkataan kotor yang tidak pantas untuk di dengar, sayup-sayup terdengar suara perempuan menangis, asal suara terdengar dari sebelah kanan, begitu aku mengintip dari jendela kamar untuk menyelidiki, kulihat Siska menangis sambil memeluk lututnya sendiri, Siska di usir dari rumah, baru-baru ini aku sempat mendengar kabar, bahwa masalah Siska yang hamil di luar nikah ketahuan oleh orang tuanya, hatiku meringis melihat penderitaannya.

               

“ Dasar pelacur Sial!Aku tidak mau mempunyai anak pelacur sepertimu,kami bukan keluargamu!“ Sengit ayahnya Siska kepada Siska.

 

                Siska menangis sesunggukan di gerbang rumahnya sendiri, aku paling tidak tahan kalau melihat perempuan menangis, apa yang harus kulakukan untuk menolong Siska.Aku terdiam, aku masih bingung, belum menemukan jawaban, aku masuk ke kamar, perlahan-lahan kubuka jendela, angin malam semilir masuk menghiasi tubuhku, kulihat Siska masih terisak-isak menahan tangis, ingin sekali aku menolongnya, meskipun dengan sepatah kata untuk menghibur hatinya, atau untuk memberitahukan bahwa sebenarnya ada yang masih peduli padanya, tapi bagaimana caranya?

 

Kulihat Siska masih menangis di tengah jalan, derasnya air hujan yang turun semakin menyiksa batinnya, aku tidak tahan melihat penderitaannya, kuberanikan diri untuk keluar rumah dengan hati-hati, barangkali ayahnya sudah terlelap tidur saat ini, kemudian aku keluar rumah untuk mendekatinya, aku ingin menyeka air matanya yang terus mengalir deras tanpa henti, lalu aku semakin dekat dengannya, dan duduk disampingnya, derasnya air hujan yang turun membasahi tubuh kami berdua.

 

                “ Ka Andre, apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mendekatiku, kumohon pergilah, aku takut ayahku melihatmu, aku takut kamu berurusan dengannya, kumohon, pergilah, biarkan aku sendiri. “Suara Siska terdengar serak menahan isak tangis, suara yang benar-benar menyayat hati, di pipinya terlihat memar-memar bekas pukulan, tapi tidak menutupi keindahan parasnya yang sangat cantik, tidak ada tetangga yang keluar rumah, mungkin karena sudah terlelap tidur, tak terasa air mataku menetes, aku hanya diam sambil menyelimutinya dengan sweater-ku, lalu aku membimbingnya ke rumahku dengan hati-hati, aku takut perbuatanku terlihat ayahnya, jalanan sangat sepi, mungkin orang-orang sudah asik terlelap tidur saat ini.

               

Siska duduk di ruang tamu rumahku, air matanya sudah mulai berhenti mengalir, tapi matanya masih tampak basah, mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan air mata, tanpa pikir panjang, kutelpon Aisha, mungkin untuk sementara Siska bisa tinggal di rumahnya dulu, Siska tidak mungkin tinggal di rumahku, kami bukan muhrim, lagipula aku takut hal ini bisa menimbulkan fitnah di antara kami berdua, aku yakin, Aisha bisa menjadi kakak yang baik bagi Siska.

 

***

               

Bel rumahku berbunyi, begitu pintu dibuka, sesosok gadis berjilbab panjang dan bercadar putih datang, rupanya Aisha, kupersilakan dia masuk, Aisha menceritakan bahwa keadaan Siska mulai membaik, dan Alhamdulillah dia mulai mau mengkaji islam lebih jauh, awalnya Aisha mengajarkannya bagaimana cara shalat, rupanya Siska sudah terlalu lama melupakan TuhanNya, bahkan tata cara shalat saja sampai lupa, untung pengetahuan agama Aisha yang luas bisa membimbingnya.

               

“ Ka Andre, Siska meminta tolong kepadaku untuk menyerahkan surat ini untukmu. “Kata-kata Aisha membuyarkan lamunanku, kuterima surat itu dengan ragu-ragu, kemudian Aisha mohon pamit.

 

                Aku masuk kamar dengan rasa gelisah,kemudian kubuka surat itu.

 

 Kepada

Andre Maulana

Seorang pemuda berhati mulia.

 

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

 

Kutulis surat ini dengan tetesan air mata yang terus mengalir,begitu derasnya mengalir,sampai-sampai tetesan ini bukan hanya tetesan air mata semata,namun sudah menjadi tetesan-tetesan darah yang tak hentinya mengalir.

 

Ka Andre yang dimuliakan Allah SWT,tahukah kamu,di saat malam yang dingin itu,di saat hujan deras mengguyur tubuhku yang lemah ini, aku sudah pasrah dengan penderitaanku yang tiada habisnya,di saat aku berpikir,bahwa tidak akan ada yang peduli kepadaku selain cintaNya,engkau datang dengan membawakanku bibit-bibit kebahagiaan,engkau menghibur hatiku yang penuh dengan penderitaan ini.

 

Ka Andre,mungkin aku terlalu kotor untukmu,mungkin aku tidak pantas mengutarakan perasaanku kepada pemuda semulia engkau,tapi perasaan ini semakin menyiksa batinku,maka izinkanlah diriku supaya bisa mendampingimu,aku ingin engkau menjadi pemimpinku,aku ingin menjadi halal bagimu,aku ingin mendampingimu baik di dunia, maupun di akhirat,aku ingin membesarkan dan merawat keturunanmu,tapi aku mungkin terlalu kotor bagimu.

 

Tapi, apakah aku salah untuk mengharapkanmu,apakah aku berdosa jika aku mengharapkan cintamu,aku yakin, itu bukan perbuatan yang salah,aku tidak peduli,bagaimanapun tanggapanmu terhadap diriku,tapi izinkanlah aku untuk terus mencintaimu.

 

                                                                                                         Perempuan yang mencintaimu

               

                                                                                                                                     Siska Purnamasari

               

Kututup surat Siska, air mataku menetes, penderitaan Siska benar-benar luar biasa, aku tidak sanggup melihatnya menangis, Siska,maafkan aku, hatiku sudah terlanjur di isi oleh perempuan lain, tapi aku terlalu kejam jika sampai menyakiti perasaanmu, aku seorang pemuda yang jahat, kenapa jalan takdirnya seperti ini, kenapa harus aku yang kau cintai, kenapa bukan orang lain.Ya Allah, berdosakah jika seandainya diriku menyakiti perasaan Siska, sungguh jahatkah diriku, aku bingung, apa yang harus kulakukan, ujian ini demikian berat bagiku, aku sayang kepada Siska ,tapi rasa sayang itu adalah rasa sayang sebagai saudara sesama muslim, bukan perasaan sayang antara lelaki dan perempuan, apa yang harus kulakukan.

 

***

               

Niatku untuk melamar Anisa semakin bulat, Bismillah, perlahan-lahan aku keluar rumah, pergi menemuinya, mencoba bertanya, bagaimana tanggapannya tentang niatku ini.aku tahu, hari ini jadwal Anisa pergi ke Perpustakaan, biasanya kami memang sering diskusi tentang agama di sana, jantungku berdegup kencang, di sebelah kanan, ruangan kedua, kubaca tulisan ‘Ruang Perpustakaan’, kuintip dari pintu depan, terlihat seorang gadis berkerudung putih bersih sedang konsentrasi membaca buku, rupanya Anisa masih asik dengan bukunya.

 

Assalamualaikum.

               

Waalaikum salam, oh kak Andre, silakan duduk kak. “

               

“ De Nisa, kakak menemuimu untuk mengetahui bagaimana jawabanmu atas pinangan kakak kemarin. “

               

Anisa diam sejenak,akupun diam.

               

“ Kak Andre, maafkan aku, hatiku sudah diisi oleh laki-laki lain, aku harap kak Andre bisa memakluminya. Kak maafkan aku, sudah terlalu siang, aku mau pulang dulu. “

 

                Anisa berdiri, bergegas meninggalkanku, dia meninggalkanku begitu saja, kupandangi dirinya saat meninggalkanku, hatiku perih tiada tara, dadaku terasa sesak, ada laki-laki lain di hati Anisa, dan laki-laki itu bukan diriku.

 

                Anisa, kenapa kamu tidak mau mengerti, kenapa kamu tidak mau tahu dengan ketulusan cintaku, air mataku mulai menetes, perasaanku hancur tak karuan, segera kutinggalkan ruangan itu, kunaiki motorku, pandanganku seakan tertutup, kularikan motorku dengan sekencang-kencangnya, aku seakan tidak peduli lagi dengan diriku, tiba-tiba ada mobil melintas di depanku.

 

Brrruuuakkkkkkkkk!!!!!!

 

 Motorku hancur berkeping-keping, aliran darah membanjiri tubuhku, dunia menjadi gelap.

 

***

 

Bayangan putih mengitari pandanganku,badanku terasa ringan, aku seakan melayang-layang diantara sinaran cahaya-cahaya yang mengitari tubuhku, aku berada dimana, kupandangi sekelilingku, tidak ada orang, hanya aku sendirian disini, aku terus melangkah, sayup-sayup, kudengar suara gadis sedang melantunkan ayat suci Al-Quran, begitu kudekati, ternyata Anisa, suaranya yang lembut melantunkan ayat suci.

 

Thaaha.Maa anzalna ‘alaikal Qur’aana li tasyqaIlla tadzkiratan liman yakhsya

( Thaaha.Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamuagar kamu jadi susahTetapi sebagai tadzkirahbagi orang yang takut kepada Allah)

 

kemudian Anisa memandangku, dia tersenyum,

 

“Kak Andre,sekarang giliranmu,aku ingin mendengarmu membaca Al-Quran”

 

Kubalas senyum Anisa, kemudian kuturuti keinginaannya.

 

Fa atat bihi qaumaha tahmiluh,qaalu yaa Maryamu laqad ji’ta syaian fariyya.Ya ukhta Haaruna maa kaana abuuki imra ata sauin wa maa kaanat ummuki baghiyya.Fa asyaarat ilaih,qaalu kaifa nukallimu man kaanat fil mahdi shabiyyaQaala inni abdullah aataniyal kitaaba wa ja’alani nabiyya.Wa ja’alani mubaarakan ainama kuntuwa aushaani bish shalati waz zakaati maa dumtu hayya

               

“ Andre…”Aku mendengar suara lembut seorang perempuan memanggil namaku, tapi siapa? Darimana asal suara itu. “ Andre…, sadarlah aku mohon, sadarlah Dre… “ Suaranya mengiris hati, siapa yang memanggilku, perlahan-lahan cahaya terang mengitari pandanganku, dengan sekuat tenaga, kubuka mataku.awalnya pandanganku terasa buram, tapi semakin lama pandanganku semakin jelas, sesosok gadis bercadar putih sedang menangis di depanku, Aisha, kulihat Aisha menangis.

 

” Aku takut Dre, sudah tiga hari kamu tidak sadarkan diri, kulihat air matamu mengalir deras, bibirmu selalu mengigau melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran.

 

“ Aisha,aku ada dimana? kepalaku sakit sekali. “

 

 Aisha menjawab “ Kamu berada di rumah sakit, sudah tiga hari kamu tidak sadarkan diri karena kecelakaan yang menimpamu.

JJJ

                       

 

SEKILAS TENTANG NOVEL

DIBALIK KERUDUNG CINTA

 

                Dibalik kerudung cinta, menceritakan tentang seorang  Aktivis dakwah bernama Andre Maulana yang sangat haus ilmu agama, dia bersedia belajar kepada siapa saja meskipun kepada orang yang lebih muda darinya, Andre menghadapi kisah cinta yang sangat rumit ketika dicintai oleh tiga wanita sekaligus, wanita pertama adalah Siska Purnamasari, seorang wanita yang hamil di luar nikah akibat masa lalunya yang kelam, kemudian mendapatkan hidayah dan kembali ke jalan yang benar, wanita kedua adalah Aisha Az Zahra, seorang wanita bercadar putih yang menderita penyakit hepatoma, sejenis penyakit kanker hati yang kapan saja bisa merenggut nyawannya, dan wanita yang ketiga adalah Annisa Faradillah Rahmah, seorang aktivis dakwah dan merupakan teman sepermainan Andre sejak kecil, Andre harus berusaha bertahan hidup ketika menghadapi berbagai masalah yang dihadapinya dan di saat kematian mengincar nyawanya, wanita manakah yang akan di pilih Andre? Temukan jawabannya dalam Novel Dibalik Kerudung Cinta yang insya Allah akan terbit dalam waktu dekat…   

 

 

 

 

 

 

One Response

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: