<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>IRZA SETIAWAN</title>
	<atom:link href="http://irzasetiawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://irzasetiawan.wordpress.com</link>
	<description>FOR ISLAM</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2009 02:31:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='irzasetiawan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9473c4949a377899d9bf8dcc81109da2?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>IRZA SETIAWAN</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Cinta Rasulullah</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/09/30/cinta-rasulullah/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/09/30/cinta-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 02:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/09/30/cinta-rasulullah/</guid>
		<description><![CDATA[Cinta Rasulullah
Sungguh bingung malaikat Jibril, ketika mengarungi surga, memilih salah satu bouraq dari empat ribu yang berada di surga, asik bermain-main berkeliling menikmati indahnya panorama surga, bentuknya sama, lincahnya sama, cepatnya sama, benar-benar membuat Jibril pusing kepala, yang mana yang akan di ajak ke dunia, untuk menghibur Rasulullah yang sedang berduka, karena kematian orang-orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=294&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cinta Rasulullah</p>
<p>Sungguh bingung malaikat Jibril, ketika mengarungi surga, memilih salah satu bouraq dari empat ribu yang berada di surga, asik bermain-main berkeliling menikmati indahnya panorama surga, bentuknya sama, lincahnya sama, cepatnya sama, benar-benar membuat Jibril pusing kepala, yang mana yang akan di ajak ke dunia, untuk menghibur Rasulullah yang sedang berduka, karena kematian orang-orang yang beliau cinta.<br />
Saat pusing-pusingnya memilih, Jibril melihat seekor bouraq yang duduk menyendiri, wajahnya merenung, air matanya mengalir, sehingga membuat Jibril penasaran, dengan langkah pelan, diam-diam jibril mulai mendekatinya, lalu bertanya kepadanya<br />
” Wahai Bouraq, kenapa kau tidak menikmati kebun-kebun surga, seperti teman-temanmu yang lain. ”<span id="more-294"></span><br />
Bouraq mengangkat wajahnya, matanya penuh dengan linangan air mata, kelihatan sekali bahwa dia sedang berduka.<br />
” Jibril, lihatlah tulisan yang ada di dahiku, Muhammad Rasulullah, dimana-mana tertulis namanya, di pohon-pohon, di tempat-tempat mulia, sungguh hal ini sudah cukup membuatku untuk merasakan cinta, rindukan semakin bergelora kepadanya. ”<br />
Saudaraku, mari kita merenung sejenak, Bouraq tidak berakal seperti kita, tidak memakan jasa Rasulullah seperti kita, tetapi cintanya kepada Rasulullah demikian besarnya, sungguh jikalau di bandingkan dengan kita, pasti kerinduan kita lebih bergelora, kecintaan kita semakin membara, ingin bertemu dengan Rasulullah yang mulia, meskipun diri hina penuh lumuran dosa, tetapi ampunanNya, lebih luas dari samudera, lebih tinggi dari angkasa, dan.. kita lanjutkan ceritanya.<br />
Jibril mengerti dengan keadaan bouraq, sungguh dukanya semakin menyiksa, rindunya semakin bergola, cintanya semakin menggila, lalu Jibril tersenyum kepada bouraq, senyum yang mengusir duka, sehingga duka itu seakan hilang selamanya.<br />
” Bouraq, maukah engkau kuajak ke dunia, untuk menemui orang yang kau cinta.”<br />
Mendengar kata Jibril, Bouraq langsung melompat-lompat kegirangan, sayapnya mengepak lebar, duka di wajahnya lenyap seketika, sungguh tiada kebahagiaan yang indah, selain bertemu dengan orang yang dicinta, bibirnya tersenyum seketika, seakan air mata yang mengalir, lenyap tak bersisa, lalu berangkatlah Jibril bersama Bouraq kedunia, untuk menemui Rasulullah yang tercinta.<br />
Sesampainya di depan Rasulullah, Bouraq kembali melompat-lompat kegirangan, sungguh ini adalah hari yang di dambakannya, dengan girangnya, Bouraq berkata.<br />
” Rasulullah, aku sudah siap berangkat, tubuhku kuat, kecepatanku sejauh mata memandang, sayapku lebar. ”<br />
Jibril langsung menepuk bahu Bouraq dengan lembut, sambil tersenyum kemudian Jibril menegur.<br />
” Bouraq, sopan sedikit, yang kamu temui ini bukan manusia biasa, tetapi manusia yang luar biasa. ”<br />
Subhanallah, mari kita lihat sejenak sikap dari Jibril dan Bouraq, Jibril menegur Bouraq untuk sopan itu sikap yang benar, Bouraq melompat-lompat kegirangan karena cinta juga benar, keduanya tidak bisa di salahkan, wah ceritanya jadi terpotong ya, afwan mari kita lanjutkan, setelah di tegur Jibril, Bouraq pun berdiam, sambil menundukkan badannya bouraq berkata ” Silakan naik, ya Rasulullah ”<br />
Melihat keadaan ini, maka Muhammad menitikan air mata, semakin lama air matanya semakin deras, sehingga kembali membuat Jibril heran.<br />
” Wahai Rasulullah, mengapa engkau menangis, kau akan dihibur, mengapa kamu masih bersedih wahai kekasih Allah. ”<br />
Muhammad menatap Jibril, air matanya semakin mengalir deras.<br />
” Jibril, jikalau aku mempunyai kendaraan seindah ini, umatku bagaimana Jibril, umatku bagaimana? Apakah umatku mempunyai kendaraan sepertiku saat di halau di akhirat nanti.<br />
Inilah cinta Rasulullah, di saat Allah menghiburnya dengan anugerah luar biasa, yang beliau ingat adalah kita, bukan istri, bukan harta, bukan kedudukan, tetapi kita semua sebagai umatnya, di saat ajal beliau menjemput, lisannya yang mulia berkata dengan cinta, umatku ya Allah, umatku&#8230;.<br />
Saat merasakan sakitnya sakratul maut, sungguh beliau ingin menanggung rasa sakitnya bagi umatnya, agar kita tidak merasakan rasa perihnya, saudaraku, pernahkah kita berpikir tentang beliau yang di lempari batu, tentang beliau yang dikatai orang gila, tukang sihir, tukang ramal dan sebagainya, saat beliau sujud lalu di lumuri dengan kotoran unta, saat beliau di asingkan dan di usir dari tempat tinggalnya, sungguh saat melihat keadaan seperti ini, korupsi dimana-mana, aktifitas zina merajalela, maksiat semakin membara, tipuan dunia semakin bergelora, seakan manusia bangga dengan dosa, apakah itu akan membuat Rasulullah tersenyum bahagia melihat kita, atau berduka melihat kita.<br />
Para sahabatnya di usir, di bunuh, dihinakan, istri-istrinya di tuduh melakukan perbuatan tidak senonoh, harus rela kehilangan paman beliau yang tercinta Abu Thalib yang selama ini membantunya, pernah diblokade di Syi’ib sampai-sampai para sahabat memakan dedaunan, puteri-puterinya meninggal, ruh anaknya (Ibrahim) di cabut di depan matanya sendiri, mayat Hamzah (pamannya) di koyak-koyak perutnya di perang Uhud, mengikat batu di perutnya untuk menahan rasa lapar, serta berbagai cobaan hidup yang lainnya, semuanya beliau lakukan karena semata-mata cinta kepada kita semua.<br />
Sekarang kita renungi diri kita, apakah sikap kita selama ini menyenangkan hati Rasulullah, atau membuat Rasulullah berduka, apakah kita ikut memperjuangkan misi Rasulullah, atau malah merusak segala usaha yang dulu beliau lakukan, lihatlah pihak-pihak yang merusak, diskotik, goyang dangdut penuh maksiat dengan tebaran aurat, acara tv penuh embel zina, sudah berjuang tidak merusak lagi, wahai para penggelar acara yang terhormat, para pemerintah yang mengijinkan acara itu di selenggarakan, sungguh dengan kerendahan hati, saya yang masih miskin ilmu ini mencoba mengingatkan anda, untuk memperjuangkan yang benar, jangan sampai kedudukan anda yang mulia, justru menjadi jalan perusak generasi muda, atau membuat umat Rasulullah semakin terlena dengan kemilau dunia yang fana, semoga kita semua, bisa bersanding dengan Rasulullah di surga nanti, amin ya rabbal alamin.</p>
<p>Showed right from wrong<br />
Taught me to be strong<br />
Need you more than ever<br />
Ya Rasul Allah<br />
You came to me<br />
In that hour of need<br />
Need you more than ever<br />
Ya Rasul Allah<br />
( Sami Yusuf, You Came To Me )</p>
<p>- Irza Setiawan -</p>
Posted in Opiniku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/294/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/294/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/294/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=294&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/09/30/cinta-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dasyatnya Pengaruh Media</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/08/03/dasyatnya-pengaruh-media/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/08/03/dasyatnya-pengaruh-media/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 10:21:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[By : Irza Setiawan
Saat asiknya berbincang-bincang dengan Ustadz Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia di sebuah rumah makan sederhana di daerah kota Amuntai Kalimantan Selatan, iseng-iseng, kakek saya yang duduk di sebelah beliau bertanya, kira-kira menurut pendapat antum, bagaimana moral generasi muda sekarang, beliau menghela napas panjang, sambil menikmati secangkir teh hangat, beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=292&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><span style="text-decoration:underline;">By : Irza Setiawan</span></p>
<p>Saat asiknya berbincang-bincang dengan Ustadz Muhammad Ismail Yusanto, juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia di sebuah rumah makan sederhana di daerah kota Amuntai Kalimantan Selatan, iseng-iseng, kakek saya yang duduk di sebelah beliau bertanya, kira-kira menurut pendapat antum, bagaimana moral generasi muda sekarang, beliau menghela napas panjang, sambil menikmati secangkir teh hangat, beliau berkata, kira-kira seperti ini ” Pemuda yang baik akan semakin baik, sedangkan pemuda yang kurang baik, akan semakin terpuruk, karena itu dakwah sangat penting bagi kehidupan kita ”.</p>
<p>Saya yang duduk di depan beliau jadi merenung, memang generasi zaman sekarang sudah sangat memprihatinkan, pacaran merajalela dan menjadi menu wajib bagi kawula muda, begitu mudahnya melihat perempuan tanpa busana, ups&#8230;, afwan, maksud saya, perempuan yang mengenakan pakaian namun sangat terbuka begitu menggoda, menggelincirkan mata yang memandang sehingga angan-angan perilaku nista semakin menggila, boncengan kendaraan dengan pelukan mesra perusak suasana, kibaran rambut wanita penabur pesona perusak jiwa, seperti iklan yang berkata, beli satu gratis dua, dapat pandangan mempesona, gratis akhlak ternoda dan membuat syaitan tertawa.<span id="more-292"></span></p>
<p>Suasana telpon-telponan yang semakin menggila, tidak pagi, siang, malam, menelpon kekasih pujaan jiwa, padahal tiada kehalalan baginya, hanya pembicaraan yang mengekang nafsu, penyaluran syahwat yang hina, sehingga satu menit saja tidak menelpon dia, serasa ada yang kurang.. kurang berisi, wah.. jadi ingat iklan superman kurus kering, hehehe.</p>
<p>SMS setiap waktu, kata-kata yang tiada manfaat di dalamnya, <em>Lagi ngapain? Udah makan atau belum? Udah mandi apa belum? </em>Dan sebagainya, di tambah lagi ungkapan kata-kata zina seperti sayang, honey, darling (dadar guling), beib, dan seterusnya, ah afwan, saya kurang begitu mengerti dengan istilah-istilah seperti itu, mudah-mudahan ungkapan-ungkapan di atas bisa di pahami, waktu di habiskan dengan telpon-telponan, SMSan dengan non mahram, berjam-jam, sehingga waktu ibadah terbengkalai, <em>Masya Allah</em>. Padahal Allah sering bersumpah terhadap waktu di Al Quran yang mulia, lalu jadilah, para generasi muda yang menghabiskan waktunya di jalan yang hina penuh noda, seakan diri hidup selamanya.</p>
<p>Kerusakan generasi muda memang tidak lepas dari pengaruh media, lihatlah media televisi, sinetron remaja penuh dengan adegan cinta, pelukan mesra, ciuman hangat, gandengan tangan, rangkulan tubuh, dan sebagainya, gosip-gosip hangat penuh dengan ghibah, membicarakan keburukan orang lain, membuka aib selebritis, reality show pacaran yang semakin padatnya, hampir setiap sore di televisi di tampilkan mengenai reality show seperti ini, seorang pejuang cinta, menaklukan hati sang wanita, di mana di gambarkan sosok pemuda tersebut dengan rayuannya, bisa meluluhkan hati sang wanita, pegangan tangan, sentuhan lembut seakan-akan lumrah dipandang mata, pakaian wanita di televisi tersebut, sangat mengundang perhatian pejuang cinta, lalu bagaimanakah selanjutnya? Tentulah jikalau cinta yang berbicara, itu hanyalah bohong belaka, yang ada hanyalah pandangan mempesona, sehingga nafsu yang bergelora, terbukti reality show seperti itu, menampilkan adegan-adegan zina yang di saat sekarang dianggap hal biasa, padahal dosanya luar biasa.</p>
<p>Jangan heran kalau data mahasiswi di Jogja kurang lebih sekitar 97 % sudah tidak perawan, jangan kaget kalau tingkat aborsi di Indonesia semakin tahun semakin meningkat, mereka adalah bayi-bayi yang tidak berdosa, kemudian di bunuh dengan cara hina, akibat sang orang tua, tidak bisa menerimanya lahir ke dunia, orang tuanya hanya tahu nikmat sementara, hanya ingin kesenangan semata, namun tiada tanggung jawab di antara mereka.</p>
<p>Tontonan adegan percintaan, Reality show pacaran, baik di media televisi, radio dan sebagainya kebanyakan di nikmati oleh jiwa-jiwa muda, para remaja penerus generasi bangsa, padahal tontonan seperti itu akan sangat mempengaruhi jiwa para penikmatnya, dalam 24 jam, acara keagamaan sangat singkat, itupun di tayangkan di waktu pagi buta, di mana para remaja masih terlelap menutup mata, saudaraku, memang terkadang kita sangat memerlukan hiburan, tapi carilah hiburan yang membangun, yang meneguhkan keimanan kita.</p>
Posted in Opiniku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=292&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/08/03/dasyatnya-pengaruh-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setetes Cicipan Surga</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/07/12/setetes-cicipan-surga/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/07/12/setetes-cicipan-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 04:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya-karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Setetes Cicipan Surga
By : Irza Setiawan
Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja&#8217; bin Amr An-Nakha&#8217;i, berkata, &#8220;Adalah di Kufah, seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=287&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><span style="text-decoration:underline;"><img class="alignleft size-full wp-image-288" title="Gambar artikel" src="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/07/gambar-artikel.jpg?w=137&#038;h=104" alt="Gambar artikel" width="137" height="104" />Setetes Cicipan Surga</span></p>
<p align="center"><span style="text-decoration:underline;">By : Irza Setiawan</span></p>
<p>Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja&#8217; bin Amr An-Nakha&#8217;i, berkata, &#8220;Adalah di Kufah, seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, pemuda tersebut berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’, lisannya tidak pernah berhenti dari zikir, selalu mengagungkan nama Allah, derap langkahnya bijaksana, setiap ada orang dia sapa dengan ramah, di saat sedang berjalan, pemuda itu bertemu dengan seorang wanita dengan kecantikan seindah bidadari surga, jilbab yang lebar, wajah yang rupawan, derap langkah yang mempesona, sungguh menjadi pesona tiap pemuda yang merindukan istri yang shalehah, di saat mata mereka saling menatap, ada sebuah gejolak rasa yang aneh melintas di dalam dada, perasaan aneh yang semakin bergelora, semakin lama semakin menyiksa, dan akhirnya berpuncak pada suatu kesadaran kepada keduanya, <em>Astagfirullah</em>, rupanya syaitan sudah mulai menancapkan godaan sesatnya, keduanya menunduk, mengalihkan pandangan demi menjaga kemuliaan.<span id="more-287"></span></p>
<p>Malamnya sungguh menjadi malam yang sangat menyiksa bagi sang pemuda, entah kenapa shalat malamnya menjadi terganggu, setiap dia mengangkat takbir, maka bayangan wanita tersebut kembali muncul, merasuki pikirannya, menghantui jiwanya, air mata pemuda semakin deras, ketika dia kehilangan kekhusukan shalatnya, setelah sekian lama berkecamuk, mencoba melawan bayangan si wanita, pemuda itu jatuh, tersungkur, dan akhirnya pingsan, dengan lelehan air mata yang terus mengalir.</p>
<p>Sedangkan di tempat yang berlainan, sapu tangan wanita basah kuyup akibat menahan air matanya, dia tidak bisa menahan kerinduan yang berkecamuk di dalam dada, setiap cerita dan pendapat dari orang-orang yang mengenal tentang keshalehan dan kemuliaan akhlak sang pemuda sudah membuatnya cukup untuk merasakan cinta, apalagi ketampanan pemuda yang bisa di kategorikan nabi yusuf zaman sekarang semakin membuatnya menggila, rasa rindu semakin menyiksanya.</p>
<p>Di saat batin sudah menjerit, hati tidak bisa menahan, dan kerinduan tidak terbantahkan, berangkatlah sang pemuda untuk menemui sang ayah wanita yang menarik hatinya, dengan tujuan melamar untuk memuliakan wanita, dan untuk menjaga pandangannya serta menyempurnakan separoh agama, tetapi jawaban sang ayah wanita, seperti guntur yang menggelora, siap mencabik siapa saja yang dekat dengannya, apalah daya, jika si wanita, telah di jodohkan dengan sepupunya, pemuda pulang dengan tangan hampa, hanya iman di dalam dada, yang bisa membuatnya sekuat baja, meskipun tangan seakan menggenggam bara, tetapi baginya, cobaan adalah bentuk dari kasih sayangNya.</p>
<p>Walau demikian, ternyata cinta di antara keduanya benar-benar semakin bergelora, akhirnya sang wanita mengirim surat dengan bantuan seseorang kepada sang pemuda, begitu tahu surat tersebut dari pujaan hatinya, sang pemuda gembira seakan memiliki dunia, di genggamnya surat tersebut, lalu di bacanya dengan perlahan.</p>
<p>&#8216;Aku telah tahu betapa besar cintamu kepadaku, dan betapa besar pula aku diuji dengan kamu. Bila kamu setuju, aku akan mengunjungimu atau aku akan mempermudah jalan bagimu untuk datang menemuiku di rumahku&#8217;.</p>
<p>Batin pemuda semakin tersiksa, dia mempunyai dua pilihan, antara bersenang-senang dengan wanita yang di cintainya meskipun mendapat laknat Allah, atau menolak permintaan pujaan hatinya demi menjaga kemuliaan dirinya, pesona positif dan negatif di dalam dirinya, bertarung sengit, tapi dia yakin, bahwa Allah akan melaknatnya dengan hina, jikalau dia menerima ajakan si wanita, lalu pemuda membalas suratnya</p>
<p>&#8216;Aku tidak setuju dengan dua alternatif itu, &#8220;sesungguhnya aku merasa takut bila aku berbuat maksiat pada Rabbku akan adzab yang akan menimpaku pada hari yang besar.&#8221; (Yunus:15) ,Aku takut pada api yang tidak pernah mengecil nyalanya dan tidak pernah padam kobarannya.&#8217;</p>
<p>Setelah membaca surat dari pemuda, luluhlah hati sang wanita, dia menyadari bahwa syaitan sudah menguasai dirinya, si wanita berkata &#8220;Walau demikian, rupanya dia masih takut kepada Allah? Demi Allah, tak ada seseorang yang lebih berhak untuk bertaqwa kepada Allah dari orang lain. Semua hamba sama-sama berhak untuk itu.&#8221; Dia tebus kesalahannya dengan meningkatkan ketakwaannya, dia jauhi urusan dunia, akan tetapi, dia masih memendam rindunya kepada pemuda, tubuhnya mulai semakin kurus dan kurus menahan rindunya, sampai akhirnya, sang wanita menutup mata untuk selama-lamanya, meninggalkan dunia yang fana. Sang pemuda sering datang menziarahi kuburnya, dia menangis dan mendoakan kebaikan bagi wanita yang di cintainya, suatu hari sang pemuda tertidur di atas kuburannya, dia bermimpi bertemu sang wanita yang dicintainya dalam penampilan yang sangat baik, dalam mimpi, sang pemuda bertanya kepada wanita, ” Bagaimana keadaanmu? Dan apa yang kamu dapatkan setelah meninggal?</p>
<p>Sang wanita menjawab &#8220;Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.&#8221;</p>
<p>Pemuda itu bertanya, &#8220;Jika demikian, kemanakah kau menuju?&#8221; Dia jawab, &#8220;Aku sekarang menuju pada kenikmatan dan kehidupan yang tak berakhir. Di Surga kekekalan yang dapat kumiliki dan tidak akan pernah rusak.&#8221;</p>
<p>Pemuda itu berkata, &#8220;Aku harap kau selalu ingat padaku di sana, sebab aku di sini juga tidak melupakanmu.&#8221; Dia jawab, &#8220;Demi Allah, aku juga tidak melupakanmu. Dan aku meminta kepada Tuhanku dan Tuhanmu (Allah <em>Subhanahuwataala</em>) agar kita nanti bisa dikumpulkan. Maka, bantulah aku dalam hal ini dengan kesungguhanmu dalam ibadah.&#8221;</p>
<p>Si pemuda bertanya, &#8220;Kapan aku bisa melihatmu?&#8221; Jawab si wanita: &#8220;Tak lama lagi kau akan datang melihat kami.&#8221; Tujuh hari setelah mimpi itu berlalu, si pemuda dipanggil oleh Allah menuju kehadiratNya, meninggal dunia.</p>
<p>Begitu indahnya, jikalau cinta, menjadikan seseorang dalam ketaatan, begitu indahnya, jikalau cinta, bersatu dalam ikatan, dan kembali bertemu dalam surgaNya, kekal selama-lamanya dalam kebahagiaan, oh cinta, begitu suci dan mulianya, sebuah cinta yang terjalin dalam ketaatan.</p>
<p>Ketika kita membaca perkataan dari sang wanita &#8220;Sebaik-baik cinta wahai orang yang bertanya, adalah cintamu. Sebuah cinta yang dapat mengiring menuju kebaikan.&#8221; Betapa mulianya jikalau cinta sebagus itu, tapi ketika melihat fenomena di depan mata, sungguh kesucian cinta begitu ternoda, kesucian cinta telah ternoda dengan aktifitas zina, pacaran merajalela, dan menjadi menu wajib bagi para kawula muda, andai mereka sadar, betapa terbahak-bahaknya syaitan melihat kelakuan mereka, jikalau cinta bisa di dapatkan melalui pacaran, maka siap-siaplah mereka menderita, siap-siaplah mereka tertipu. Ketahuilah saudaraku, tidak ada yang namanya cinta dalam aktifitas pacaran, semuanya embel-embel zina yang di kemas syaitan menjadi perilaku yang menyenangkan, yang namanya zina, itu tidak hanya pada bagian antara pusar sampai lutut, semua anggota tubuh bisa jadi terdakwa, zina mata karena melihat, zina kata-kata karena rayuan gombal, zina hati karena berangan-angan, dan sebagainya, saudaraku, tundukkanlah pandanganmu demi kemulian, jangan biarkan kulitmu di tembus oleh besi dari neraka karena bersentuhan dengan yang bukan mahram, cukuplah Allah sebagai penolongmu dan tempat berserah diri.</p>
<p>Kita lihat, orang pacaran paling alim pegangan tangan, begitu mudahnya cinta di ungkapkan, aku mencintaimu, tetapi dia mengajak pasangannya ke dalam kemaksiatan, apakah seperti itu yang di katakan cinta, bahkan banyak para muslimah yang dulunya penuh ketaatan, tetapi berubah drastis karena aktifitas pacaran, tidak sedikit teman-teman muslimah yang saya kenal terperangkap oleh belenggu seperti itu, meskipun dia memakai kerudung, sering belajar agama, tetapi karena aktifitas pacaran, semuanya menjadi kabur, mereka senang-senang saja saat tangan sang pemuda menyentuh tubuhnya, menyentuh kulitnya, masya Allah, mudah-mudahan kita semakin istiqomah di jalan ketaatan, dan bagi saudara-saudariku yang sedang melakukan hal itu, semoga Allah melembutkan hatimu, menyadarkanmu dari belenggu syaitan,</p>
<p>Sebaik-baik cinta adalah cinta yang di balut dalam ikatan suci pernikahan, saudaraku, bila engkau mencintai seseorang, bingkailah dirimu dan dirinya dengan tali yang di rahmatiNya, sambutlah dirimu dan dirinya dengan keindahan cinta di atas cinta, mohonlah kemantapan untuk membingkai cintamu dalam ikatan suci pernikahan</p>
Posted in Karya-karyaku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/287/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/287/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/287/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=287&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/07/12/setetes-cicipan-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/07/gambar-artikel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar artikel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memetik Ilmu, Menabur Manfaat</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/05/28/memetik-ilmu-menabur-manfaat/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/05/28/memetik-ilmu-menabur-manfaat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 May 2009 04:43:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya-karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Memetik Ilmu, Menabur Manfaat
By : Irza Setiawan
Ya Allah&#8230; pinta kami&#8230;
 Jika dakwah adalah pilihan
 Maka biar hati ini memilihnya
 Jika dakwah adalah kewajiban
 Maka kuatkan kami menjalaninya
 Jika dakwah adalah kecintaan
 Maka ikhlaskan kami untuk merasakannya
 Jika dakwah adalah badai kesulitan
 Maka kuatkan kami untuk bisa bertahan
 
 Lega hati ini, di saat program kerja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=281&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><img class="alignleft size-full wp-image-284" title="indahnya menjemput cinta bidadari" src="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/05/indahnya-menjemput-cinta-bidadari.jpg?w=135&#038;h=99" alt="indahnya menjemput cinta bidadari" width="135" height="99" />Memetik Ilmu, Menabur Manfaat</p>
<p align="center">By : Irza Setiawan</p>
<p><em>Ya Allah&#8230; pinta kami&#8230;</em></p>
<p><em> Jika dakwah adalah pilihan</em></p>
<p><em> Maka biar hati ini memilihnya</em></p>
<p><em> Jika dakwah adalah kewajiban</em></p>
<p><em> Maka kuatkan kami menjalaninya</em></p>
<p><em> Jika dakwah adalah kecintaan</em></p>
<p><em> Maka ikhlaskan kami untuk merasakannya</em></p>
<p><em> Jika dakwah adalah badai kesulitan</em></p>
<p><em> Maka kuatkan kami untuk bisa bertahan</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong> </strong>Lega hati ini, di saat program kerja Lembaga Dakwah Kampus selesai, segenap keletihan pikiran, pengorbanan waktu, tetesan keringat, campur aduk menjadi satu dan menghasilkan senyum mengembang di wajah teman-teman seperjuangan, teruslah berjuang, wahai para pemuda, para pemudi, teruslah mengagungkan kebesaran islam, langkahkan kaki kalian untuk dakwah, bekerjalah kalian untuk kemaslahatan umat, untuk keteladanan akhlak, untuk merubah zaman jahiliah menjadi zaman yang terang benderang di bawah naungan islam, percayalah, wahai saudaraku, siapa saja yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya, yakinlah, bahwa Allah tempat berserah diri, Dia adalah pendengar terbaik seluruh keluh kesah masalah hambaNya, apabila semua manusia berkumpul untuk mencelakakanmu, demi Allah, hal itu tidak akan terjadi tanpa seizinNya, memang setiap manusia tidak akan pernah lepas dari masalah, tapi jadikan masalah itu menjadi bekal, menjadi pengalaman untuk selalu memperbaiki diri, jika kamu mendapat masalah, di rudung nestapa, hati teriris, air mata menetes tak tertahankan, bangunlah di sepertiga malam terakhir, mengeluh kesahlah kepada Allah sepuas-puasnya, hingga di saat fajar datang, pagi menjelang, kokok ayam bersahut-sahutan, tiada lagi duka lara selain kebahagiaan yang terungkap, yang menaungi qalbu, menenteramkan jiwa.</p>
<p>Sekarang waktunya, menempel pengumuman, setelah sibuk mendesain pamplet, penuh gambar, warna-warni biar kelihatan menarik, asik merangkai kata, terciptalah sebuah kalimat sederhana <em>”Hadirilah Pengajian Umum Mingguan hari ini jam segini, tempatnya disini ”</em>.</p>
<p>Di saat hari H, persiapan sudah selesai, meja kursi tertata rapi, sound system tersedia, layar tancap ada, pemateri siap, sampai-sampai kipas angin untuk kesejukan juga disediakan, tetapi sungguh tidak di sangka, pesertanya bisa di hitung dengan jari, wah.. teman-teman sampai berkata, kira-kira apa yang salah ya akhi? Kok pesertanya sedikit begini, yah manusia hanya bisa merencanakan, Allah jua yang menentukan, tapi yakinlah, insya Allah setiap niat kita sudah di catat Allah, amin.</p>
<p>Lain halnya jika ada pamplet, selebaran, dengan kata-kata yang juga sangat sederhana <em>” Hadirilah acara dangdutan, dengan dimeriahkan oleh artis ibu kota, biaya masuk hanya Rp &#8230; ” </em></p>
<p>Maka seketika itu pula, tempatnya membludak, pengunjungnya berdatangan dari berbagai pelosok, tua, muda, pria, wanita hadir, sambil berjingkrak-jingkrak di depan panggung, meskipun terik membakar kulit, walaupun air hujan mengguyur, berdesak-desakan, sampai-sampai mengeluarkan ongkos biaya masuk, tetapi tetap saja banyak pengunjungnya, sungguh ini bukan berarti saya melarang hiburan, dan sesungguhnya hiburan sangat penting bagi kita semua, hati yang hampa, jiwa yang letih, wajah yang lusuh, sungguh sangat memerlukan hiburan, tapi dilihat dulu hiburan jenis apa, tentunya hiburan yang sesuai dengan kaidah syar’i, tidak adanya ikhtilat atau pencampuran cowok dan cewek, tidak adanya khalwat, dan tanpa syahwat yang melenakan, entah itu menonton televisi dengan film-film yang membangun jiwa, mendengar nasyid penentram qalbu, dan sebagainya.<span id="more-281"></span></p>
<h3>Fenomena apakah ini, sungguh islam itu dari keterasingan bermula, dan kembali menjadi terasing, sejak dulu mereka menganggap aneh ajaran rasul yang mulia, mereka menganggap aneh pernikahan tanpa pacaran, jilbab yang lebar, akhlak yang cemerlang, ekonomi syariah yang mengharamkan riba, dan sebagainya</h3>
<h3><em>&#8220;Sesunguhnya Din ini muncul di saat pertama dalam keadaan asing, dan kembali menjadi asing. Maka kebahagiaan bagi orang &#8211; orang asing, yaitu orang &#8211; orang yang senantiasa memperbaiki apa &#8211; apa yang di rusak manusia di zaman sesudahku dari sunnah-sunnahku (HR at Tirmidzi).”</em></h3>
<h3>Menurut kanda Salim A Fillah, masih banyak orang shaleh, tetapi tak banyak di antara mereka yang memperjuangkan keshalehan menjadi jamak. Banyak yang apatis. Banyak yang sekedar mencukupkan diri bershaleh ria di dalam mihrabnya dan merasa terganggu dan di ganggu atas polah orang lain. Lalu siapa yang akan menjadi golongan terselamatkan, sementara apatisme telah mengubah pertanyaan kepada mereka sejak ribuan tahun lalu.</h3>
<h3><em>” Dan ingatlah ketika suatu ummat ( yang apatis ) di antara mereka berkata,        ’ Buat apa kalian peringatkan kaum yang Allah sendirilah yang membinasakan atau mengadzab mereka dengan adzab yang sangat?”. Mereka ( para pencegah kemungkaran) berkata, ”( peringatan itu ) sebagai alasan pelepas tanggung jawab di hadapan kalian, dan agar mereka ( orang-orang ) yang bermaksiat betakwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang di peringatkan kepada mereka, kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan buruk, dan kami siksa orang-orang yang zhalim dengan adzab yang keras sebab mereka fasiq adanya. ” (Al A’raaf 164-165)</em></h3>
<h3>Jadi, tetaplah menulis keagungan dan kemuliaan islam yang mungkin oleh mata-mata putus asa di pandang sebagai idealisme tanpa bukti. Subhanallah, padahal demi Allah, Islam hidup, aktif, bergerak, dan berdetak dalam keseharian manusia-manusia yang hari-hari ini mulai kembali tertampilkan. Kibaran jilbab, kesantunan, kemuliaan akhlak, penjagaan nilai-nilai ilahiah. Segalanya.<em> </em></h3>
<h3>Jadi, berbahagialah bagi mereka yang di sebut terasing tapi menjadi orang yang bisa memperbaiki zaman, yang selalu memperjuangkan islam, yang mengisi waktunya dengan dakwah, lewat tulisan, pembicaraan dakwah, pengisi radio muslim, dan sebagainya, dakwah bukan hanya milik para ulama, para ustadz, tetapi dakwah adalah kewajiban bagi setiap muslim, karena sesungguhnya, setiap muslim adalah penerus perjuangan Rasulullah yang mulia, dakwah tidak mesti harus berbicara lantang, tidak harus menulis artikel, dan sebagainya, menjemput Ustadz untuk mengisi materi juga dakwah, menyediakan air minum peserta pengajian juga dakwah, menyebarkan selebaran-selebaran islami juga dakwah, pokoknya setiap perbuatan yang mengajak orang untuk selalu memperbaiki diri adalah dakwah, Rasullullah yang mulia mengatakan, setiap ajakan kepada hal kebaikan itu lebih bermanfaat dari seluruh dunia dan isinya, jadi, jika kita mempunyai rumah mewah, mobil megah, fasilitas kamar yang wah, dan sebagainya itu manfaatnya tidak ada apa-apanya jika kita mengajak seseorang kepada hal kebaikan.</h3>
<h3>Dalam Naungan Waktu</h3>
<p><strong> </strong>Saat asik-asiknya bermain mobil-mobilan, bermain kelereng, layang-layang, saling tertawa bersama teman seperjuangan, menghabiskan waktu dalam kebahagiaan, menikmati cerita-cerita kartun, akhirnya tak terasa, waktu semakin berjalan, suara yang dulunya lembut menjadi parau, tumbuh jakun di kerongkongan, dada yang dulunya rata menjadi bidang, begitu pun dengan perempuan, suaranya semakin lembut, tubuhnya mulai tumbuh, wajahnya semakin menarik, dan&#8230;&#8230;.</p>
<p>Maaf para pembaca, bukannya maksud saya memotong, tetapi saya takut meneruskan, takutnya para pembaca jadi kotor hati, takutnya pembaca malah membayangkan, takutnya pikirannya jadi tidak menentu, mohon kemaklumannya J pokoknya yang bagus-bagus lah.. hehe..</p>
<p>Inilah saatnya, tanggung jawab mulai di adakan, setiap niat ada hisabnya, setiap pikiran ada tanggungannya, setiap perbuatan ada balasannya, ingatkah kita, ketika islam berdiri tegak dalam naungan Daulah Khilafah Islam, betapa mahalnya sebuah kehormatan, alkisah ada seorang muslimah yang berjalan pelan, muslimah suci yang sangat menjaga kehormatan, jilbabnya lebar, akhlaknya santun begitu terjaga, kata-katanya menawan, kemuliannya begitu menenteramkan, indah jasadnya, tetapi lebih indah lagi hatinya, di saat muslimah tersebut berjalan, ada seorang tentara romawi iseng yang menarik kerudungnya, sehingga terlihatlah beberapa helai kemuliaannya, terpampanglah sebagian rambutnya, wajah muslimah tersebut mendadak merah, menahan malu yang menyesakkan dada, sementara, sang tentara romawi tertawa terbahak-bahak, karena kebahagiaannya dapat melihat sebagian kemuliaan muslimah, sang muslimah menangis, air matanya menetes, batinnya mengiris hati, di saat sang muslimah mengadu kepada khalifah yang mulia, Al-Mutashim Billah, seorang khalifah Abbasiyah yang hidup pada abad IX Masehi, seketika itu pula, wajah sang khalifah memerah, giginya gemertak menahan amarah, otot-ototnya menegang, karena seorang muslimah di lecehkan, sang khalifahpun bangkit, dan mengerahkan puluhan ribu tentara untuk menyerang kekaisaran romawi, akibatnya, tiga puluh ribu tentara romawi tewas, dan tiga puluh ribu lainnya tertawan. Semua ini demi membela kehormatan seorang wanita yang di lecehkan.</p>
<p><em>Subhanallah</em>, di saat mendengar cerita ini dari Ustadz saya, mohon maaf saya belum meminta izin menyebutkan nama beliau disini, begitu indahnya di saat kejayaan islam dulu, di saat satu orang muslimah saja kemuliaannya di renggut, maka lahirlah peristiwa sedasyat itu, tapi hati ini menjadi miris, di saat melihat para muslimah sekarang, rambut berkibar indah, pakaian ketat sehingga lekuk tubuh terlihat, kaos <em>You Can See </em>yang menyesakkan dada, sangat kontras dengan para muslimah zaman dulu, kita umat islam mayoritas, tapi minoritas akhlak</p>
<p><em>” Katakanlah kepada laki – laki yang beriman, hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya dan hendaklah mereka jaga kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” ( An Nur 30 )</em></p>
<p>Hati yang berdesir, jiwa yang terguncang, nafas yang tak beraturan, kebanyakannya berawal dari mata, yup, di saat memandang seseorang yang menarik hati kita, maka telinga seakan tuli, tubuh seakan mati rasa, jiwa seakan terbang melayang, begitulah syaitan bekerja, pandanglah dia lekat-lekat untuk memperturutkan syahwat, sehingga setelah itu, tidak ada kemuliaan lagi yang tersisa selain kehinaan, maka di saat sergapan itu datang, maka, katakanlah pada jiwa ini, dengarkanlah bisikan nurani ini, wahai gadis cantik, wahai pemuda tampan, demi kemuliaanku, izinkan aku menunduk untuk menjaga batinku, untuk menghilangkan noktah hitam yang mulai menggelapkan hatiku, jangan biarkan bisikan syaitan mempengaruhimu.</p>
<p>Saat anjuran agama menyuruh menundukkan pandangan, begitu indahnya, hati terjaga di saat menjaga pandangan, tetapi di zaman sekarang, yang kata orang-orang adalah zamannya tekhnologi tinggi, dimana setiap masalah selalu di selesaikan secara instant, sungguh anjuran menundukkan pandangan menjadi semakin sulit, di saat menatap ke depan, menonton televisi, banyak sekali artis-artis yang melepas jilbabnya, yang bajunya seperti kekuragan kain, saat keluar rumah, terpampang dengan jelas, banyak muslimah yang tidak melindungi kesucian diri, padahal islam sangat memuliakan perempuan, hanya saja sang perempuan masih enggan untuk di muliakan, semoga di setiap cobaan ini melahirkan sebuah tujuan untuk semakin memperbaiki diri.</p>
<p><em>” Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka semakin mudah di kenal, karenanya mereka tidak di ganggu.  Dan adalah Allah, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” ( Al Ahzab 59 ). </em></p>
<p>Wahai para muslimah, kasihanilah kami, kasihanilah para pemuda yang selalu berusaha menjaga hati, jangan biarkan rambut indahmu melenakan kami, jangan biarkan aroma wangi-wangianmu membuat kami terhanyut, karena Rasulullah yang mulia mengatakan, sesungguhnya wanita yang mengumbar wangi-wangian itu sama saja dengan wanita penzina, jangan buka auratmu di hadapan kami, sehingga pandangan kami seakan terkunci, kasihanilah kami, para pemuda yang berusaha istiqomah di jalanNya, tutuplah auratmu, dan yakinlah, setiap langkahmu itu bernilai ibadah di saat kamu menjaga aurat, pepohonan, bebatuan, angin, semut, padang rumput, dan benda-benda lain yang kamu lalui akan mendoakanmu, para malaikat akan selalu bertasbih untukmu.</p>
<p>Ketika Asma binti Abu Bakar menemui Rasulullah di kediaman Aisyah dengan pakaian yang tipis, beliau<em> Shallallahu’Alaihi wa Sallam</em> segera berpaling dan bersabda :</p>
<p><em>” Hai Asma, ’ Sesungguhnya wanita apabila telah sampai ke tanda kedewasaan (haidh), tidak boleh terlihat bagian tubuhnya kecuali ini dan ini- Beliau mengisyaratkan muka dan telapak tangannya ” ( HR Abu Dawud, Al Albani meng-hasan-kannya ).</em></p>
<p>Kalau di renungkan, islam menjelaskan tentang kaidah jilbab yang syar’i, yaitu jilbab yang di ulurkan sampai menutupi dada, bukannya jilbab yang pendek yang tidak bisa di ulurkan, atau jilbab panjang yang di pulun ke leher, atau jilbab yang di masukan ke dalam pakaian, tetapi jilbab yang di ulur ke bawah dan dapat menutup bagian dada, serta pakaian yang tidak tembus pandang, maupun pakaian yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh, dan ditambah lagi dengan kaos kaki yang menutup telapak kaki, sebagai seorang ikhwan, saya memang tidak tahu, dan tidak akan pernah tahu, apakah dengan pakaian seperti itu akan terasa gerah, panas, dan sebagainya, tetapi yakinlah, wahai para muslimah yang di muliakan Allah, meskipun terik mentari membakar kulit, meskipun tubuhmu terasa gerah, ingatlah, bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan perjuanganmu, bahkan imanmu akan semakin mantap dan menenteramkan, hatimu terasa tenang, batinmu terasa damai, karena kemuliaanmu, semakin terjaga, sehingga para bidadari surga semakin cemburu di buatnya.</p>
<p>Oke, back to topic, hehehe, english dikit lah.., padahal bahasa English saya.. hemm.. bisa dibilang masih mengecewakan, yup mudah-mudahan saya bisa selalu memperbaiki diri, Dalam Naungan Waktu, di saat jarum jam berdetak, detik berganti menit, bulan berganti tahun, akhirnya fase anak-anak pun mulai kita tinggalkan, begitu banyak kenangan tersimpan di dalamnya, pukulan orang tua yang lembut karena meninggalkan shalat, saat belajar membaca Al – Quran, menghafal doa-doa, dan sebagainya, menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan sampai akhir hayat, kini songsonglah dengan wajah yang cerah, dengan senyum yang tulus, dengan hati yang lapang, akulah seorang pemuda, yang berusaha memperbaiki zaman jahiliah menjadi zaman terang benderang, akulah seorang pemuda yang kaya prestasi dan menjadi penyejuk hati orang tua, akulah seorang pemuda, yang berusaha memperbaiki diri tanpa lelah, dan berusaha meningkatkan takwa agar lebih mulia, <em>Inna akramakum indallahi atsqaakum ( Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa).</em></p>
<p>Tetapi di saat memandang anak-anak, ada pelajaran mulia yang bisa kita dapatkan, Dalam sebuah riwayat di ceritakan, ada seorang lelaki tua sedang berjalan santai di tepi sungai, di saat asik-asiknya berjalan, terlihatlah seorang anak kecil yang mengambil air wudhu, wajah anak itu kusut, rambutnya lusuh, air matanya menetes, semakin air wudhu mengaliri tubuh mungilnya, tangisnya semakin pecah, dengan naluri bertanya-tanya yang tinggi, ada apakah gerangan sehingga si anak kecil tersebut menangis, mendekatlah sang lelaki tua kepada si anak.</p>
<p>“ Wahai anak kecil kenapa kamu menangis? &#8220;</p>
<p>Sang anak kecilpun menoleh, masih dengan air mata yang membanjir dia berkata kepada lelaki tua.</p>
<p>&#8220;Wahai pakcik saya telah membaca ayat al-Qur&#8217;an sehingga sampai kepada ayat yang berbunyi, &#8220;Yaa ayyuhal ladziina aamanuu quu anfusakum&#8221; yang bermaksud, &#8221; Wahai orang-orang yang beriman, jagalah olehmu sekalian akan dirimu.&#8221; Saya menangis sebab saya takut akan dimasukkan ke dalam api neraka.&#8221;</p>
<p>Kemudian sang lelaki tua menepuk bahu si anak, dia berusaha menghibur hati anak kecil itu, dia berusaha menghapus air mata yang mengalir dari pipi si anak</p>
<p>&#8220;Wahai anak, janganlah kamu takut, sesungguhnya kamu terpelihara dan kamu tidak akan dimasukkan ke dalam api neraka.&#8221;</p>
<p>Mendengar perkataan itu, si anak kecil menjadi heran, dan berkata kepada orang tua</p>
<p>&#8220;Wahai pakcik, pakcik adalah orang yang berakal, tidakkah pakcik lihat kalau orang menyalakan api maka yang pertama sekali yang mereka akan letakkan ialah ranting-ranting kayu yang kecil dahulu kemudian baru mereka letakkan yang besar. Jadi tentulah saya yang kecil ini akan dibakar dahulu sebelum dibakar orang dewasa.&#8221;</p>
<p>Mendengar penuturan dari si anak kecil, maka memerahlah wajah sang lelaki tua, batinnya seakan terhimpit, hatinya semakin sesak, kemudian berlinanglah air matanya.</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya anak kecil ini lebih takut kepada neraka daripada orang yang dewasa maka bagaimanakah keadaan kami nanti?&#8221;</p>
<p>Subhanallah, jikalau anak kecil saja, yang segala perbuatannya masih belum di hisab Allah, takutnya luar biasa seperti itu, dan berusaha menjaga keimanannya dan ketakwaannya kepada Allah, maka, bagaimanakah dengan kita, semoga kita senantiasa selalu menjaga diri dan meningkatkan ketakwaan kita, wahai saudaraku, jadilah pejuang cinta di jalan Allah, pejuang cinta yang di saat berjalan, duduk, berbaring selalu mengucapkan Allah.. Allah.. aku mencintaiMu ya Allah.. tiada sesembahan selain padaMu, mata ini selalu memandang kebesaranMu, telinga ini selalu mendengar ayat-ayatMu, begitu indahnya hati yang di hiasi cinta, di saat para wanita mati rasa mengiris jari ketika melihat Yusuf, ah.. saya tidak bisa membayangkan, bagaimanakah jadinya kita nanti saat bertemu Allah..</p>
<p>Marilah kita tutup bahasan ini, dengan sebuah nasyid penenteram jiwa&#8230;</p>
<p><em>Dan dengarlah hai mujahid muda</em></p>
<p><em>Angkat pena, pedang dan Al-Quran</em></p>
<p><em>Dan dengarlah hai pejuang Allah</em></p>
<p><em>Kuatkan kati tuk tujuan</em></p>
<p><em>Tegakkan panji-panji islam</em></p>
<p><em>Untuk hancurkan kedholiman</em></p>
<p><em>Bersama capai kemenangan</em></p>
<p><em>Bebaskan dari penindasan</em></p>
<p><em>Satuka langkah rapatkan barisan</em></p>
<p><em>Menyongsong kejayaan islam</em></p>
<p><em>( Fathul Jihad, Untuk Sebuah Perubahan )</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Irza Setiawan</p>
<p>Artikel ini adalah sebagian kutipan kecil dari buku saya</p>
<p>Indahnya Menjemput Cinta Bidadari</p>
<p>Insya Allah akan selesai dalam waktu dekat</p>
Posted in Karya-karyaku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=281&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/05/28/memetik-ilmu-menabur-manfaat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/05/indahnya-menjemput-cinta-bidadari.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">indahnya menjemput cinta bidadari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Caleg Gagal</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/18/fenomena-caleg-gagal/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/18/fenomena-caleg-gagal/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2009 12:00:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/18/fenomena-caleg-gagal/</guid>
		<description><![CDATA[FENOMENA CALEG GAGAL
Ada satu pendapat menarik yang dilontarkan oleh Ketua Kelompok Kerja Calon Legislator KPU DKI Jakarta, Bapak Sumarno, beliau mengatakan bahwa usai pemilu nanti penghuni RS Jiwa akan bertambah akibat kegagalan menjadi wakil rakyat. Hal ini disebabkan karena begitu banyak uang yang sudah dikeluarkan pada masa kampanye ini. Saya rasa pendapat itu manusiawi bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=242&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="caleg-gagal" src="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/04/caleg-gagal.jpg?w=104&#038;h=103" alt="caleg-gagal" width="104" height="103" />FENOMENA CALEG GAGAL</p>
<p>Ada satu pendapat menarik yang dilontarkan oleh Ketua Kelompok Kerja Calon Legislator KPU DKI Jakarta, Bapak Sumarno, beliau mengatakan bahwa usai pemilu nanti penghuni RS Jiwa akan bertambah akibat kegagalan menjadi wakil rakyat. Hal ini disebabkan karena begitu banyak uang yang sudah dikeluarkan pada masa kampanye ini. Saya rasa pendapat itu manusiawi bagi orang-orang yang memang menginginkan kekuasaan, <span id="more-242"></span>segala cara dihalalkan, mulai dari bagi-bagi sembako, kaos, dan sebagainya yang memang menbutuhkan dana yang luar biasa beratnya, tujuannya hanya satu, yaitu meraup simpati sebanyak-banyaknya dari masyarakat agar mau mempercayakan dirinya untuk menjadi pemimpin yang bisa mengayomi rakyat, tetapi saat dana habis dikorbankan, tenaga terkuras, waktu tersita, ternyata hasil tidak seindah impian, akhirnya malah menjadi sebuah pukulan kejiwaan yang sangat menggoncangkan iman, sehingga banyak yang stress, sakit jiwa, sampai bunuh diri. 	Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum Kalsel, dr Asyikin SPKJ, mengatakan, sekarang sudah ada 160 kamar untuk pasien sakit jiwa termasuk untuk para caleg yang gagal. &#8220;Bahkan sudah ditambah 30 kamar, yang siap menampung siapa saja yang mengalami gangguan jiwa, benar-benar di luar dugaan, yang dulunya gila kekuasaan, tapi ujung-ujungnya malah gila beneran, sungguh ini fenomena yang sangat mengkhawatirkan.</p>
<p>Arti Kehidupan</p>
<p>Fenomena ini tidak lepas dari jalan pikiran seseorang dalam memaknai arti kehidupan, Ada orang yang menjadikan standar kehidupannya materi. Dia akan termotivasi untuk mencari materi. Keberhasilannya adalah ketika bisa meraih materi sebanyak-banyaknya. Kesuksesannya juga terukur dengan pencapaian nilai materi. Misalnya punya rumah megah, mobil mewah, harta berlimpah, dan sebagainya, Kebahagiaanya juga kalau mendapat materi sebanyak-banyaknya. Ukuran kecantikan, jabatan, kedudukan, juga bisa bersifat materi. Tapi di sinilah, yang namanya materi, tidak akan pernah membuat manusia puas. Kalaupun seseorang sudah kaya raya, punya segalanya tapi dia akan sampai pada titik jenuh. Dia akan merasakan hidupnya hampa lagi. Jadi sesungguhnya materi itu standar yang bersifat semu. Kita seringkali melihat, banyak orang kaya yang tidak bahagia. Mungkin bagi orang miskin, dia melihat orang kaya itu bahagia. Padahal belum tentu orang kaya bahagia, Tidak jarang yang gampang stress. 	Nah, bagaimana kalau pandangan islam dalam memaknai kehidupan, islam memberikan tuntunan kepada kita dalam memaknai hidup, bekerjalah kamu seakan-akan kamu hidup selamanya, dan beribadahlah kamu seakan-akan kematianmu semakin dekat, kita tidak di tuntut untuk selalu beribadah, tetapi meninggalkan dunia, dan kita juga tidak diperintahkan mengejar dunia, tetapi melupakan akhirat, Kehidupan itu fana, hanya sementara. Kehidupan yang kekal hanyalah di akhirat. Allah SWT memberi petunjuk kepada umat Islam bagaimana menjalani hidup ini agar bisa selamat. Kalau kita memahami kasih sayang Allah, maka itu bukan terletak pada kelimpahan materi atau kedudukan. Tetapi pada kemuliaan sebagai hamba Allah yang bertaqwa. Inna akramakum ‘indallaahi atsqaakum: Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa. Siapapun manusia pasti mendapat cobaan. Bagi hamba Allah yang beriman, cobaan itu adalah bentuk kecintaan Allah kepada manusia. Dalam sebuah Hadits. Dari Mahmud bin Lubaid, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya jika Allah akan mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi ujian kepada mereka. Barangsiapa yang bersabar, maka kesabaran itu bermanfaat baginya. Dan barangsiapa marah (tidak sabar) maka kemarahan itu akan kembali kepadanya. (HR Ahmad dan at Thirmidzi)</p>
<p>Ujian Seorang Pemimpin</p>
<p>Menjadi pemimpin, meskipun dalam skala kecilpun bukanlah perkara enteng, organisasi paling sederhana adalah rumah tangga, dan sang ayah selaku kepala rumah tangga akan diminta pertanggung jawabannya atas kepemimpinannya dalam keluarga, menjadi pemimpin bukan perkara mudah, berat di dunia dan juga di akhirat karena harus bertanggung jawab atas kepemimpinannya, saking beratnya, Umar bin Khattab yang pernah menjabat sebagai pemimpin kaum muslimin sedunia menyatakan, andai saja kebaikan dan kesalahan beliau dalam memimpin bisa impas, itu sudah merupakan kesuksesan yang luar biasa, tetapi pandangan ini menjadi kabur ketika melihat fenomena di negeri ini, jabatan dan kedudukan diperebutkan seperti sebuah makanan lezat, ada yang rela menghabiskan dana yang luar biasa hanya untuk sebuah jabatan, hal ini sangat berbeda dengan sikap ulama salaf dahulu soal jabatan, jika dulu mereka enggan dengan jabatan meskipun mampu tetapi sekarang banyak yang mencalonkan diri dengan menghabiskan dana jutaan rupiah, jika dulu lisan mereka penuh dengan mohon ampun kepada Allah, air mata bercucuran di saat bersumpah saat mengemban sebuah jabatan, tapi sekarang banyak yang mengobral janji, bahkan fenomena aneh lagi, di saat mereka mendapatkan jabatan, malah syukuran terlebih dahulu padahal kerjanya kepada rakyat masih belum kelihatan. 	Kita sangat berharap, semua ini adalah suatu hal positif, dimana bermunculan para manusia yang sadar akan keterpurukan orang-orang di sekitarnya yang kemudian dengan niat tulus dan hati yang ikhlas ingin memajukan dan mensejahterakan mereka. Bukan sebaliknya, semakin banyaknya manusia yang ingin memanfaatkan jabatan untuk mengeruk keuntungan yang tidak menilai kemampuan diri dan beratnya tanggung jawab, mudah-mudahan negeri kita semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera, amin</p>
<p>Irza Setiawan</p>
<p>Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Amuntai. www.irzasetiawan.wordpress.com</p>
Posted in Opiniku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=242&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/18/fenomena-caleg-gagal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/04/caleg-gagal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">caleg-gagal</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencintai Sejantan Ali</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/05/mencintai-sejantan-ali/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/05/mencintai-sejantan-ali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 13:08:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[ARTIKEL]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/05/mencintai-sejantan-ali/</guid>
		<description><![CDATA[kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. -M. Anis Matta- Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=241&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. -M. Anis Matta- Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, <span id="more-241"></span>parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu. ”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya.. Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin. ”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan. Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri. Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. ’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah. Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!” ’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan. Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu? ”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!” ”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!” ’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya. Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan. ”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?” ”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” ”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!” Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!” Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya. Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..</p>
<p>( Saya ambil dari Blog Ustadz Salim A Fillah )</p>
Posted in ARTIKEL  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=241&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/04/05/mencintai-sejantan-ali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Amal Yaumi</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/03/05/amal-yaumi/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/03/05/amal-yaumi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 11:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekilas Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[AMAL YAUMI
PANDUAN AMAL SEHARI SEMALAM
“Wahai Anak Adam, sejatinya dirimu hanyalah potongan-potongan masa, jika berlalu satu hari maka lenyap pula sebagian (diri)mu”. (Al-Hasan Al-Basri)  Ketika anda mengenal Allah, membenarkan janji-Nya dan menyadari betapa pendeknya umur, maka wajib untuk tidak menyia-nyiakan umur yang singkat ini. Sesungguhnya jiwa itu jika hanya berhenti pada satu aktivitas saja (kemudian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=239&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>AMAL YAUMI</p>
<p>PANDUAN AMAL SEHARI SEMALAM</p>
<p>“Wahai Anak Adam, sejatinya dirimu hanyalah potongan-potongan masa, jika berlalu satu hari maka lenyap pula sebagian (diri)mu”. (Al-Hasan Al-Basri)  Ketika anda mengenal Allah, membenarkan janji-Nya dan menyadari betapa pendeknya umur, maka wajib untuk tidak menyia-nyiakan umur yang singkat ini. Sesungguhnya jiwa itu jika hanya berhenti pada satu aktivitas saja (kemudian menganggur) niscaya akan mengalami <span id="more-239"></span>penyimpangan. Merupakan kebijakan jika seseorang beralih dari satu amal kebajikan yang lain.</p>
<p>SEJAK MATAHARI TEBIT HINGGA WAKTU DHUHA YAKNI TIGA JAM DARI BAGIAN WAKTU SIANG.</p>
<p>-	Shalat Dhuha -	Mengerjakan hal-hal yang berhubungan dengan manusia seperti menengok orang sakit, mengantarkan jenazah, menghadiri majelis ilmu (belajar), atau mencukupi kebutuhan seorang muslim. Jika sama sekali tidak melakukan itu, sibukkanlah dengan membaca Al-Quran atau dzikir.  SEJAK MATAHARI TERGELINCIR HINGGA USAI SHALAT DZUHUR  -</p>
<p>Menjawab adzan seperti yang dibaca muadzin -	Shalat sunnah empat rakaat, karena pintu-pintu langit terbuka ketika itu. -	Shalat Dzuhur dengan berjamaah. -	Shalat sunnah empat rakaat dan sesudahnya.  WAKTU ASHAR HINGGA MATAHARI MULAI MENGUNING</p>
<p>-	Shalat empat rakaat di antara adzan dan iqomah. -	Shalat Ashar berjamaah -	Berdoa, berdzikir, membaca Al-Quran dan berfikir. -	Yang paling utama adalah membaca Al-Quran, menghayati, dan memahaminya.</p>
<p>KETIKA MATAHARI TENGGELAM SAMPAI WAKTU ISYA’</p>
<p>-	Shalat magrib berjamaah -	Memperbanyak ibadah hingga waktu isya’</p>
<p>TIDUR</p>
<p>-	Berwudhu -	Bertaubat sebelum tidur -	Menghilangkan rasa kebencian kepada sesama muslim, tidak pula berniat menzhaliminya dan tidak berniat melakukan dosa setelah bangun dari tidurnya. -	Berdoa dengan doa yang disyariatkan. -	Mengumpulkan kedua telapak tangan lalu membaca Al-ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas seraya menghembuskan nafas di tangan. Lalu mengusapkan kedua telapak tangan ke bagian tubuh yang bisa di jangkau sebanyak 3 kali. -	Berbaring di atas tubuh bagian kanan. -	Membaca tasbih 33x -	Membaca tahmid 33x -	Bertakbir 33x -	Membaca ayat kursi.</p>
<p>WAKTU SEPERENEM TERAKHIR MALAM HINGGA SUBUH ATAU WAKTU SAHUR</p>
<p>-	Banyak istighfar, Karena Allah berfirman : “ Dan di waktu-waktu sahur (jelang fajar) malam mereka memohon ampun (kepada Allah)”. (Qs. Adz-Dzariat:18) -	Memperbanyak Doa  WAKTU DHUHA HINGGA DZUHUR  -	Mencari ma’isyah (bekerja) seperti pergi ke pasar, ke kantor atau yang lain. Jangan lupa berdzikir kepada Allah di tengah kesibukan dan hendaknya qana’ah dengan rezeki yang di dapat. -	Qailullah (tidur sejenak di waktu siang) agar bisa melakukan shalat tahajud.  USAI SHALAT BA’DIYAH DZUHUR SAMPAI ASHAR  -	Memperbanyak dzikir dan shalat -	Mempelajari ilmu-ilmu yang bermanfaat -	Bisa juga melanjutkan mencari ma’isyah.</p>
<p>KETIKA SINAR MATAHARI MENGUNING HINGGA TERBENAM</p>
<p>-	Membaca tasbih -	Istighfar -	Muhasabah -	Menutup hari dengan amal shalih dan seperti sedekah.  WAKTU ISYA’ HINGGA MENJELANG TIDUR  -	Shalat di antara dua adzan -	Shalat isya berjamaah -	Shalat sunnah ba’diyah -	Shalat Witir kecuali bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan shalat di waktu malam. -	Setelah witir membaca  Subhanaa maliikii kudduuss “ Maha Suci Raja (Allah) yang maha suci.” 3x</p>
<p>BERAKHIRNYA SEPARUH MALAM HINGGA MALAM HANYA TINGGAL SEPERENAMNYA</p>
<p>-	Bangun tidur membaca  Alhamdulillaa hillajii ahyaanaa bagdamaa amatanaa wailahinn nusur “ Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kematian kami dan kepada-Nya kami akan kembali.”  -	Membuka shalat malam dengan 2 rakaat ringan. -	Shalat malam 2 rakaat 2 rakaat -	Shalat witir -	Banyak berdoa</p>
<p>ANTARA TERBIT FAJAR KEDUA HINGGA TERBIT MATAHARI</p>
<p>-	Shalat sunnah fajar di rumah -	Shalat subuh berjamaah di masjid -	Berdzikir dengan dzikir yang di sya’riatkan setiap usai shalat wajib. -	Berdoa -	Berdzikir -	Membaca Al-Quran -	Menghafal  Catatan : Jenis amal pada masing-masing waktu bisa berbeda di antara satu dengan yang lain, atau berbeda porsi dan takarannya. Tergatung apakah dia sebagai ahli ibadah, atau sebagai ‘ alim, atau sebagai orang yang mencari ilmu, sebagai peimpin, atau karyawan.  Sumber : Amal Yumi, Panduan amal sehari semalam oleh : Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi  *Amal Yaumi ini saya ambil dari bonus majalah Ar-Risalah edisi 91 Januari 2009</p>
Posted in Sekilas Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=239&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/03/05/amal-yaumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa Sepanjang Tahun 2009</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/22/puasa-sepanjang-tahun-2009/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/22/puasa-sepanjang-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Feb 2009 10:21:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekilas Info]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Puasa Tahun 2009
Rasulullah Saw. bersabda: &#8220;Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu &#8216;al-Rayan&#8217; yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): &#8216;Di manakah orang-orang yang berpuasa?&#8217; Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=237&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Puasa Tahun 2009</p>
<p>Rasulullah Saw. bersabda: &#8220;Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu &#8216;al-Rayan&#8217; yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): &#8216;Di manakah orang-orang yang berpuasa?&#8217; Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.&#8221; (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa&#8217;d).  Berikut ini adalah puasa sunat sepanjang tahun 2009, mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca</p>
<p>A.	Shaum Asy-Syura</p>
<p>’   Tanggal 9,10,11 Muharam / 6,7,8 Januari</p>
<p>Ditanyakan orang kepada Rasulullah saw : &#8220;Shalat manakah yang lebih utama selain shalat fardhu?, Ujar Nabi : Yaitu shalat di tengah malam. <span id="more-237"></span>Tanya mereka lagi : Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan ?, Ujar Nabi : Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram&#8221; (HR. Ahmad, Muslim, &amp; Abu Dawud)  Nabi Muhammad Saw bersabda : &#8220;Barang siapa puasa 1 hari pada 10 As-Syura menebus(dosa) tahun yang lalu). (HR Muslim). Dari Ibnu Abbas r.a berkata Rasulullah S.A.W bersabda : &#8221; Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka Allah S.W.T akan memberi kepadanya pahala 10,000 malaikat dan sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram) maka akan diberi pahala 10,000 orang berhaji dan berumrah, dan 10,000 pahala orang mati syahid, dan barang siapa yang mengusap kepala anak-anak yatim pada hari tersebut maka Allah S.W.T akan menaikkan dengan setiap rambut satu darjat. Dan sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berbuka puasa pada orang mukmin pada hari Asyura, maka seolah-olah dia memberi makan pada seluruh ummat Rasulullah S.A.W yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.&#8221;  Lalu para sahabat bertanya pd Rasulullah S.A.W : &#8221; Ya Rasulullah S.A.W, adakah Allah telah melebihkan hari Asyura daripada hari-hari  lain?&#8221;. Maka berkata Rasulullah S.A.W : &#8221; Ya, memang benar, Allah Taala menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, menjadikan laut pada hari Asyura, menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura, menjadikan Nabi Adam  dan juga Hawa pada hari Asyura, lahirnya Nabi Ibrahim juga pada hari Asyura, dan Allah S.W.T menyelamatkan Nabi Ibrahim dari api juga pada hari Asyura, Allah S.W.T menenggelamkan Fir&#8217;aun pada hari Asyura, menyembuhkan penyakit Nabi Ayyub a.s pada hari Asyura, Allah S.W.T menerima taubat Nabi Adam pada hari Asyura, Allah S.W.T mengampunkan dosa Nabi Daud pada hari Asyura, Allah S.W.T mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman juga pada hari Asyura, dan akan terjadi hari kiamat itu juga pada hari Asyura !&#8221;.  Dari Imam Muslim Rasulullah bersabda : &#8220;Mengerjakan puasa pada hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun yang telah lewat dan tahun yang akan datang. Sedangkan mengerjakan puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa satu tahun yang telah lampau&#8221;  Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. bahwa, Ibnu Abbas pernah ditanya mengenai masalah berpuasa pada hari Asyura. Dia menjawab, Saya tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasa sehari dalam rangka mencari keutamaan yang tidak ada pada hari-hari yang lain selain pada hari ini. Begitu pula saya tidak pernah melihat Rasulullah saw. berpuasa sebulan penuh kecuali pada bulan ini, bulan Ramadan. Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1914 Hadis riwayat Ibnu Abbas ra. ia berkata bahwa Rasulullah saw. setiba di Madinah, menjumpai orang-orang Yahudi sedang melaksanakan puasa hari Asyura. Ketika ditanya tentang puasa itu, mereka sama menjawab, Hari ini adalah hari kemenangan yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa as. dan kaum Bani Israel atas Firaun. Karena itulah kami merasa perlu untuk berpuasa pada hari ini sebagai penghormatan kami padanya. Mendengar jawaban itu Rasulullah saw. bersabda, Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian. Kemudian beliau menyuruh para sahabat untuk berpuasa pada hari itu.Nomor hadis dalam kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 1910</p>
<p>B.	Shaum Tengah Bulan</p>
<p>a.	13,14,15 Muharam / 10,11,12 Januari</p>
<p>b.	13,14,15 safar / 9,10,11 Februari</p>
<p>c.	13,14,15 Rabiul Awal / 11,12,13 Maret</p>
<p>d.13,14,15 Rabiul Akhir / 9,10,11 April</p>
<p>e.	13,14,15 Jumadil Ula / 9,10,11 Mei</p>
<p>f.	13,14,15 Jumadil Tsani / 7,8,9 Juni</p>
<p>g.	13,14,15 Rajab / 6,7,8 Juli</p>
<p>h.	13,14,15 Sa’ban / 4,5,6 Agustus</p>
<p>i.	13,14,15 Ramadhan/ 3,4,5 September</p>
<p>j.	13,14,15 Syawal/2,3,4 Oktober</p>
<p>k.	13,14,15 Dzulqadah/ 1,2,3 November</p>
<p>l.	13,14,15 Dzulhijjah / 30 November, 1,2 Desember</p>
<p>C.	Shaum Arafah</p>
<p>9 Dzulqadah / 26 November</p>
<p>Rasulullah s.a.w. bersabda; “Berpuasa pada hari Arafah menghapuskan dosanya setahun sebelum dan setahun sesudahnya”. (Riwayat Imam Muslim) Dari Abi Qatadah ra Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda: Berpuasa pada hari Arafah, sesungguhnya aku mengharapkan dari Allah agar dihapuskan dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya. Dari Abi Qatadah r.a., ia berkata Rasulullah Saw. telah bersabda: “Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari dan Tarmidzi).  * Demi Kepentingan Dakwah, silakan mengcopy dan menyebarkan tulisan ini, mudah-mudahan bermanfaat, amin</p>
Posted in Sekilas Info  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=237&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/22/puasa-sepanjang-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reality Show Berkualitas</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/18/reality-show-berkualitas/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/18/reality-show-berkualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2009 11:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opiniku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[
Acara Reality Show di zaman sekarang sudah mulai banyak  diminati oleh para penikmat televisi, Hampir setiap hari di stasiun TV mana saja selalu  menyuguhi acara-acara seperti ini, namun Reality show yang bersifat mendidik saya rasa masih sangat kurang bagi penontonnya (mudah-mudahan kata-kata saya ini terhindar dari kesalahan), hal ini bisa dilihat dari acara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=233&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-243" title="images" src="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/02/images.jpg?w=100&#038;h=57" alt="images" width="100" height="57" /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Acara Reality Show di zaman sekarang sudah mulai banyak <span> </span>diminati oleh para penikmat televisi, Hampir setiap hari di stasiun TV mana saja selalu <span> </span>menyuguhi acara-acara seperti ini, namun Reality show yang bersifat mendidik saya rasa masih sangat kurang bagi penontonnya (mudah-mudahan kata-kata saya ini terhindar dari kesalahan), hal ini bisa dilihat dari acara Reality Show Cinta-cintaan yang mulai menjamur, mungkin pembaca tahu acara-acara apa saja yang seperti ini, mohon maaf, saya sangat takut mengatakan apa saja nama program-program acaranya, karena di khawatirkan menimbulkan ghibah, mudah-mudahan para pembaca memakluminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kita lihat acara Reality Show dengan tema masalah cinta-cintaan, aktivitas maksiat sangat jelas di gambarkan, saling berduaan, pegangan tangan, rayuan antar bukan mahram, dan sebagainya, dan pakaian yang digunakan oleh pihak wanita juga (maaf) benar-benar tidak menjaga kemuliaannya sebagai wanita, memamerkan auratnya kepada setiap orang, kaos <em>You can see, </em>Celana pendek atau celana panjang yang memperlihatkan lekuk-lekuk tubuhnya, <span id="more-233"></span>rambut berkibar tanpa kerudung, dan sebagainya, di siarkan ke seluruh dunia lewat televisi lagi, <em>Masya Allah</em>, mudah-mudahan Allah menjaga keistiqomahan para muslimah yang selalu menjaga kemuliaannya dengan menutup auratnya, dan memberikan hidayah kepada saudara-saudara muslimah yang di rasa masih belum menjaga kemuliaannya, kita lihat juga acara Reality Show Bertemakan cinta, tidak jarang ada adegan dua orang laki-laki berantem hanya karena seorang wanita, saling mengumpat, saling menghina, mencaci, terus memukul, bak bik buk..,<em>Astagfirullah</em>, seperti inikah akhlak seorang muslim, akhlak generasi muda di zaman sekarang, dimana kelembutan hati sangat jarang di perlihatkan, jujur hati saya sangat miris melihat adegan seperti itu, di tayangkan di televisi lagi, benar-benar membuka aib tentang keburukan akhlak seseorang ke seluruh dunia, belum lagi adanya media SMS, apakah mereka putus? Apakah mereka bersatu? dan sebagainya, tidak sedikit para remaja menghamburkan pulsanya hanya untuk SMS yang tidak bermanfaat seperti itu, alangkah indahnya jikalau pulsa tersebut di pergunakan untuk hal-hal yang positif, dan Allah akan mencatat perbuatan baik kita karena mempergunakan rezeki yang di titipkanNya di jalan manfaat..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Terlepas dari itu semua, ada sebuah acara Reality Show yang sangat menggugah hati saya, Reality Show “MINTA TOLONG”, acara yang mencari keihklasan seseorang untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan, di sini saya bisa mengetahui, ternyata masih sulit mencari orang-orang yang tulus, di situ dilihat, si pelaku yang mencari pertolongan benar-benar kesulitan, ada yang sampai 5 jam belum ada yang mau menolong, bahkan ada pula yang sampai 12 jam, masih belum ada yang mau menolong, reaksi orang pun bermacam-macam, ada yang kasihan, ada yang marah-marah, bahkan ada pula yang tidak peduli sama sekali, namun di balik itu semua, masih ada orang yang benar-benar tulus mau membantu, sungguh saya tidak mengerti apakah saya ini manusia yang benar-benar cengeng, atau bagaimana? Yang pasti, saya selalu tidak bisa menahan air mata di setiap episodenya, dimana sang penolong sujud syukur ketika mendapat rezeki dari Allah, deraian air mata bahagia, dan sebagainya, acara seperti inilah yang sangat bermanfaat bagi penontonnya, dari acara ini, kita dapat belajar tentang makna saling mengasihi dan saling bersaudara antar sesama, mudah-mudahan acara reality show yang mendulang manfaat lebih banyak di tayangkan dari pada acara reality show pacaran atau reality show negatif lain yang benar-benar mengandung unsur kemaksiatan dan mempengaruhi jiwa penontonnya untuk ikut-ikutan berbuat maksiat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">(Irza Setiawan) <span> </span><span> </span></p>
Posted in Opiniku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/233/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/233/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/233/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=233&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/02/18/reality-show-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/02/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Suara Hati Arya</title>
		<link>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/01/22/suara-hati-arya-2/</link>
		<comments>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/01/22/suara-hati-arya-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 13:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>irzasetiawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Karya-karyaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://irzasetiawan.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[SUARA HATI ARYA
By : Irza Setiawan
 
Aku benci semuanya
Rasa takutku, kelemahanku, sifat egoisku
Entah siapa diriku sebenarnya ?
Semuanya menjadi berbeda karena kejadian itu
Kenapa aku menjadi seorang pecundang seperti ini
 
 Batin Arya meringis, menahan pahit yang sangat menyesakkan dada, sejak kejadian dimana cintanya di khianati, ikrar janjinya di ingkari, malam itu, selepas dia tiba di Bandara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=225&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="text-decoration:underline;"><img class="alignleft size-full wp-image-251" title="sasuke" src="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/01/sasuke.jpg?w=95&#038;h=123" alt="sasuke" width="95" height="123" />SUARA HATI ARYA</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;">By : Irza Setiawan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="text-decoration:underline;"><span style="font-family:&quot;"><span style="text-decoration:none;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal"><em>Aku benci semuanya</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Rasa takutku, kelemahanku, sifat egoisku</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Entah siapa diriku sebenarnya ?</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Semuanya menjadi berbeda karena kejadian itu</em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Kenapa aku menjadi seorang pecundang seperti ini</em></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Batin Arya meringis, menahan pahit yang sangat menyesakkan dada, sejak kejadian dimana cintanya di khianati, ikrar janjinya di ingkari, malam itu, selepas dia tiba di Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, Reka calon istrinya ternyata menjalin hubungan dengan laki-laki lain, kondisi kejiwaannya terguncang, hanya iman di dalam dada yang membuatnya tenang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Malam semakin dingin, kaca jendela mengembun, Arya bangkit dari tempat tidurnya, melangkahkan kakinya mengambil air wudhu, air suci mengaliri tubuhnya, sajadah dihamparkannya, lalu dia menghadap yang Maha Kuasa, air mata mengaliri pipinya, sungguh hanya Allah tempat curahan hatinya, di saat masalah datang, orang-orang menyebut nama Allah, di saat pesawat lepas landas, cuaca tidak terkontrol, para awak pesawat gelisah, mereka akan menyebut nama Allah, di saat peperangan terjadi, dan ujung pedang menembus tubuh seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, di waktu tubuh tidak bisa digerakan, pandangan menjadi buram, nafas tinggal satu-satu, dan malaikat maut siap mencabut nyawa seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, duhai Allah, Engkaulah yang menenangkan hati tiap hamba-hambaMu, tenangkanlah hati hambaMu ini ya Allah, ampunilah setiap salah dan khilaf hamba, maafkan hamba jikalau masih belum bisa menjadi imam yang baik bagi Reka, maafkan<span> </span>jikalau hamba masih kurang mensyukuri nikmatMu, maafkan hamba jika sempat melanggar batasan mahram antara hamba dengan Reka ya Allah, hamba tahu dia masih belum resmi menjadi istri hamba, dia masih belum halal bagi hamba, maafkan hamba jikalau sering menelponnya, SMS dia, bertemu dengannya, tapi malah hal itu yang membuat hamba melanggar batas syariatMu ya Allah, hal yang hamba anggap remeh, ternyata dosanya Nauzubillah, ampuni hamba.<span id="more-225"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Pagi mulai datang, perlahan-lahan matahari naik ke permukaan, cuaca mulai terang, Reka mengayuh sepedanya dengan terburu-buru, jam sekolah tidak bisa menunggu, segala persiapan sekolah sudah mantap, pakaian olahraga sudah disiapkan, tugas matematika sudah selesai dikerjakan, sesampainya di sekolah, dengan mengucapkan puji syukur kepada Allah, dia memarkirkan sepedanya, lalu menuju ruang kelas, baru lima langkah, ada seseorang yang menepuk pundaknya, Reka menoleh, ternyata Prisa, teman sekelasnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ <span> </span>Eh, kamu Prisa, bikin kaget saja “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Hehe, kok belum mengenakan pakaian olahraga, hari ini kan pelajaran pertama kita olahraga.”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Iya, udah ada di dalam tas ku, tinggal di pakai, <em>gimana </em>tugas matematikamu? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Udah selesai, Arya sekarang lagi ada di pulau Jawa ya? <em>Ngapain</em> ? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Kak Arya sedang menjenguk kakak sepupunya, dia baru saja melahirkan. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Oh, syukurlah, tapi aku bingung saja, kok kamu sering ngeduain cintanya. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ <em>Gak</em> tau kenapa, bagiku kak Arya terlalu sempurna, dia ketua Lembaga Dakwah Kampus, agamanya bagus, sangat sopan kepada tiap orang, tidak pernah menyentuh cewek manapun yang bukan mahramnya, lisannya sangat terjaga, aku tahu sikapnya benar, dia memegang teguh prisipnya sebagai seorang muslim sejati, tapi entah kenapa hal ini yang membuatku kurang betah padanya, sebagai seorang gadis, aku membutuhkan cinta, aku membutuhkan perhatian dari seorang lelaki, karena itu aku berusaha mencari rasa itu pada lelaki lain. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Yah, Arya memang seorang lelaki yang sangat pemalu, kalau cowok barumu gimana? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Kami putus, dia itu cowok kurang asik, rencananya aku pengen mencari pacar baru lagi. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Reka dan Prisa terus berjalan beriringan sampai memasuki kelas dan memulai pelajaran.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat bagi kita semuanya, apabila ada kebenaran, itu mutlak berasal dari Allah, dan apabila ada kesalahan dan kekhilafan, itu berasal dari saya selaku makhlukNya yang lemah, kita tutup dengan doa penutup majlis <em>subhanakallahumma wa bihamdika, Asyhadualla ilaha illa anta, astaghfiruka waatuubu ilaika, Maha suci Engkau, ya Allah, aku memujiMu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu “</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Usai mengisi tausiah, satu persatu Arya menjabat tangan para hadirin yang datang di masjid, teman kakak sepupunya meminta Arya untuk memberikan tausiah kepada para warga di desanya, di masjid ini biasanya satu minggu dua kali diadakan ceramah agama, Arya mulai mengemasi barang-barangnya, dia bersiap pulang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ <em>Akhi</em> Arya, bisa minta tolong sebentar. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Suara Maman, kaum masjid mengagetkannya, Arya urung melangkah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Insya Allah, minta tolong apa ? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Kamu bisa menelpon Fatimah, kebetulan Ukhti Nida yang biasa mengajar anak-anak mengaji hari ini ada kesibukan, jadi tidak bisa datang, pulsa saya habis, belum sempat <em>ngisi</em> tadi. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Oh bisa kok, berapa nomornya? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Kemudian Maman memberi tahu nomor ponsel Fatimah, sementara Arya sibuk memencet tombol <em>handphone</em>nya, dan mulai menelpon Fatimah, begitu diangkat, ternyata suara laki-laki yang terdengar, Arya kaget bukan kepalang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Assalamualaikum, maaf bisa berbicara dengan Fatimah? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Waalaikum salam, Fatimahnya lagi keluar, ada apa ya? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Mmm.. nitip pesan aja, tolong bilang sama Fatimah, sore ini dia diminta Maman untuk mengajar anak-anak mengaji, kebetulan Nida yang biasa mengajar anak-anak lagi ada kesibukan mendadak, itu aja ya pak, terima kasih banyak atas perhatiannya, Assalamualaikum. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Klik, Arya mengakhiri pembicaraan di telpon, wajahnya pucat pasi, tangannya mengusap dadanya, napasnya naik turun.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Kamu kenapa Arya? “ Maman heran melihat Arya seperti orang linglung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Ternyata yang ngangkat telpon ayahnya Fatimah, mana nomor baru lagi, gugup aku.. waduh…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Hehehehe…, Arya… Arya…, jangankan ngobrol dengan ayahnya, berdekatan dengan gadis saja pasti kamu sudah seperti kepiting rebus…,gugupnya minta ampun, hehe.. tapi aku suka dengan lelaki sepertimu.. “ Maman menertawakan Arya.., sementara itu wajah Arya masih kelihatan pucat, dia seakan tidak menyangka dengan apa yang barusan terjadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Malam mulai menjelang, Reka sibuk memasak, menyiapkan makan malam untuk keluarga, kebetulan di daerahnya sedang kebanjiran, air sungai mengalir di samping rumahnya, jadi dia bisa memancing lewat jendela rumah, mendapatkan ikan untuk makan malam, setelah semua dirasa siap, <em>handphone</em>nya berdering, ada SMS masuk, begitu dilihat, dari Arya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span style="font-family:Arial;">“ Assalamualaikum, dik Reka, besok pagi Insya Allah kakak pulang, tiket pesawat udah siap, mungkin sore harinya udah ada di Kalimantan”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span>SMS dari Arya tidak di tanggapi Reka, dia merasa Arya ada atau tidak ada sama saja, sosok lelaki perhatian, romantis, yang bisa menemaninya setiap waktu tidak dia temukan pada diri Arya, Reka mulai sibuk memencet tombol <em>handphone</em>nya, dan mulai menghubungi Prisa.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Halo, ada apa Reka? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Prisa, aku butuh teman <em>ngobrol</em> nih, bisa kan menemaniku malam ini. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Lho, telpon aja Arya, biar kamu ada teman ngobrol. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Males, aku sangat pantang menelpon cowok, lagian kak Arya sangat jarang menghubungiku, <em>gak</em> seperti pacarmu, kamu lagi sibuk ya?”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Aduh maaf Reka.., saat ini aku lagi kencan sama pacarku.., lain kali aja ya..”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Oh, hehehe, maaf sudah mengganggu. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Usai shalat subuh, Arya sibuk mengemasi barang-barangnya, hari ini dia pulang ke Kalimantan, tiket pesawat sudah siap, tinggal <em>check in</em> di bandara, Arya berangkat menuju bandara dengan naik bus mini, untung saja bus tersebut masih sepi, jadi dia mendapatkan tempat duduk, sambil menikmati perjalanan, Arya membuka Al Quran saku, lalu mulai membacanya secara perlahan, setelah setengah juz membaca, ada yang seorang gadis menyapanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Maaf mas, boleh saya duduk. “ Seorang gadis muda menyapa Arya dengan ramah, gadis itu berdiri dihadapan Arya sambil memeluk boneka <em>santa klaus</em>, dilehernya terdapat kalung salib, tangan kiri gadis tersebut memegang Al Kitab.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Oh Silakan.” Jawab Arya ramah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Perkenalkan nama saya Nita, ucap gadis tersebut sambil mengulurkan tangannya. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Arya, balas Arya sambil menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dada”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Suasana hening, Arya melihat kaca jendela bus, tak terasa sudah memasuki kawasan Ngadirejo, kurang lebih 120 km lagi sampai di bandara adi sutjipto Jogjakarta, kemudian Arya menoleh pada boneka yang di pegang Nita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Bonekanya lucu mbak.., kata Arya sambil tersenyum ramah pada Nita. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Oh, boneka ini hadiah natal dari ayah tahun ini. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Hmm, itu artinya ayah mbak nita sangat sayang kepada mbak. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Hehe.., kadang-kadang ayah juga sering marah-marah sama saya. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Yah.., tapi marahnya karena sayang, dulu waktu kecil saya pernah di hajar ayah karena terlambat ke mushala saat shalat magrib, setelah menghajar saya, ayah pergi menyepi ke kamar, saya intip, ternyata ayah meneteskan air matanya, beliau menyesal menghajar saya, jadi kalau orang tua marah, biasanya itu selalu untuk kebaikan”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Iya mas Arya, oh iya, kemarin di kampusku sedang diadakan diskusi tentang masalah pornografi, saya boleh minta pendapat, sebenarnya pornografi di dalam islam itu seperti apa sih, sebagai tambahan bahan untuk makalah saya? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Arya menarik napas panjang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Islam mempunyai batasan aurat yang jelas, kalau untuk laki-laki, auratnya terdiri dari antara pusar sampai lutut, kalau perempuan, seluruh tubuhnya aurat kecuali wajah dan telapak tangan, jadi kalaupun ada wanita yang melepas jilbabnya, membiarkan rambutnya kelihatan, itu sudah bisa dikatakan unsur kepornoan, dan pakaian yang digunakan pun longgar, tidak ketat, sehingga lekuk-lekuk tubuh tidak kelihatan. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center">***</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Akhirnya seluruh rumah sudah rapi, hari ini Reka sibuk membereskan rumahnya, sekarang waktunya istirahat, baru saja merebahkan tubuhnya di kasur, <em>handphone</em>nya berdering, ada telpon masuk, dari Prisa, dia angkat</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Assalamualaikum, ada apa Prisa? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Waalaikum salam, Reka, kita bisa ketemu sekarang, <em>please</em>… “ Prisa berbicara di telpon dengan suara serak, sepertinya dia sedang menangis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Kamu kenapa Prisa, oke aku akan ke rumahmu. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Aku sedang tidak di rumah.., Reka kumohon temui aku di rumah makan biasa.“</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Iya, aku kesana, tunggu sebentar. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Dengan cepat, Reka mengayuh sepedanya, hatinya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi kepada sahabatnya, sampai-sampai suara seraknya memekakan telinga, begitu pilu mengiris kalbu, sesampainya di tempat tujuan, Prisa memeluk Reka, tangisnya pecah, Reka berusaha menenangkan Prisa sahabatnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>“ Prisa sabar ya, sekarang ceritakan apa masalahmu, insya Allah kubantu semampuku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Sambil menahan tangis, Prisa berusaha bercerita</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Ceritanya panjang Reka, awalnya aku berkenalan dengan seorang lelaki di sebuah cafe terkenal di pinggir kota, lelaki itu sungguh tampan, dan sangat memikat hatiku, aku seakan-akan tersihir oleh ketampanannya, setelah seminggu kemudian, lelaki itupun menyatakan cintanya, aku bagaikan memiliki dunia, kebahagiaanku tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, bahkan aku berani berkorban apa saja untuknya, engkau kan tahu, bahwa aku anak terkaya di sekolah kita, setiap permintaannya selalu kupatuhi, ketampanannya benar-benar menyihirku sehingga akal sehatku tidak bisa berbicara, satu bulan kami menjalani hubungan pacaran kami, dia terlibat masalah, katanya dia tidak bisa membayar uang kuliahnya karena masalah biaya, tanpa pikir panjang, akulah orang yang melunasi biaya kuliahnya, bahkan aku pula yang melunasi setiap hutang-hutangnya, sampai kejadian itu terjadi, dia menjemputku, rencananya kami akan bertamasya bersama-sama merayakan tahun baru, tapi ternyata, dia itu serigala yang siap menyantap tubuhku kapan saja, dia mengajakku ke tempat sepi yang sangat jauh dari keramaian kota, di sana teman-temannya berkumpul, dan kejadian yang sangat nista pun terjadi, aku diperkosanya secara beramai-ramai bersama teman-temannya, dan kejadian itu pun direkam lewat kamera <em>handphone</em>, mereka mengancamku, apabila aku bercerita kepada orang lain, maka mereka akan menyebarkan video nista tersebut, aku benar-benar terpukul, siang malam aku meratapi hari, seakan-akan aku tidak berguna lagi hidup di dunia ini, dan setelah kuselidiki, ternyata uang yang selama ini kuberikan kepadanya bukan untuk biaya kuliahnya, tetapi dengan uang itu, dia membeli minuman keras dan narkoba yang kemudian di hisapnya beramai-ramai bersama teman-temannya, hatiku hancur, ternyata uang yang selama ini kuberikan adalah jalan mulus untuk melancarkan kemaksiatan, beberapa bulan berlalu, aku mulai mual-mual, kepalaku terasa sakit, setelah diperiksa, ternyata aku dinyatakan positif hamil, sekarang aku tidak tahu harus berbuat apa, kalau pihak sekolah sampai tahu bahwa aku sedang mengandung, aku bisa terancam akan diberhentikan dari sekolah, masalahku ternyata belum tuntas, ternyata video nistaku tersebut sekarang sudah beredar di masyarakat, aku benar-benar tidak tahan menyandang rasa malu ini, aku tidak kuat. “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Suara Prisa mengiris hati, tak terasa air mata Reka mengalir, Reka jadi teringat dengan Arya, lelaki yang sangat tulus mencintainya karena Allah, bukan karena nafsu, lelaki yang sangat menjaga dirinya sebagai muslim sejati, bayangan Arya muncul di depan matanya, wajah sedih Arya saat disakitinya seakan-akan terlihat, suara sendu Arya saat menangis berlutut didepannya menghantui pikirannya, rasa cintanya pada Arya mulai tumbuh membuncah, rasa rindunya bergelora, dia jadi teringat saat-saat Arya mengimaminya shalat magrib setelah berbuka puasa bersama keluarganya bulan ramadhan lalu, dia jadi teringat dengan kata-kata mutiara Arya yang selalu menumbuhkan keimanannya, setelah menenagkan Prisa, Reka bangkit, rencananya dia akan menyambut kedatangan Arya dari pulau Jawa, dia akan menanti hari-hari pernikahannya dengan Arya dengan gembira, dikayuhnya sepedanya dengan hamburan air mata yang tidak berhenti mengalir, bayangan Arya seakan hadir di pelupuk matanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Sesampainya di rumah Arya, banyak orang berkumpul, Reka bingung, apa yang sebenarnya terjadi, begitu memasuki rumah, ibunya Arya berlari dan langsung memeluk Reka sambil menangis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Ibu.., kenapa ibu menangis, ada apa ibu? “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Arya… Reka, Arya…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Kak Arya…, ada apa dengan kak Arya bu?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Arya kecelakaan… saat menuju pulang ke Amuntai, taxi yang di tumpanginya tabrakan, hal itu membuat Arya meninggal seketika…”</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">“ Tidak mungkin…, tidak mungkin bu…, kak Aryaaaa… “</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Tumpah sudah tangisan Reka, seakan-akan dia kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya.., batinnya menjerit, menangis pilu.., dia merasa telah kehilangan segalanya..</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Dua jam kemudian, jenazah Arya tiba di rumah, bibirnya tersenyum, seakan-akan dia menjemput maut dengan kebahagiaan, Reka tidak bisa menyembunyikan tangisannya di saat melihat orang yang dicintainya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;">Usai pemakaman, ibunya Arya memperoleh sebuah tulisan tangan di kamar pribadi Arya, sebuah cerita pendek berjudul Suara Hati Arya, yang ditulisnya sebelum meninggal, Reka memeluk kertas itu seakan-akan memeluk ibunya kandungnya sendiri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>Ya Allah hidupkan dia<span> </span>ya Allah… jangan buat dia sakit, biarlah aku yang menerima sakit itu.., ku tak tega melihatnya begini, hidupkan dia ya Allah.., bahagiakanlah dia, cukuplah aku yang telah berdosa dan bersalah padanya yang menerimanya.. ku mohon ya Allah.. hidupkanlah dia.. ku mohon ampuni dosa dan salahku padanya…ku mohon Tuhan, kirimlah bidadari untuk menemani hari-harinya.. agar dia bahagia untuk selamanya.. ku tidak ingin melihatnya sedih.. pesanku padanya..ampuni segala dosa dan salahku padanya.. sampaikan ya Allah…</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;"><span> </span><em>Selesai di Amuntai</em><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>Minggu, 4 Januari 2008</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>Pukul 07.25 malam</em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:180pt;text-align:justify;text-indent:36pt;"><em>www.irzasetiawan.wordpress.com</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-family:Arial;"><span> </span></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span><span> </span></p>
Posted in Karya-karyaku  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/irzasetiawan.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/irzasetiawan.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/irzasetiawan.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/irzasetiawan.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/irzasetiawan.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/irzasetiawan.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/irzasetiawan.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/irzasetiawan.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/irzasetiawan.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/irzasetiawan.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=irzasetiawan.wordpress.com&blog=3913248&post=225&subd=irzasetiawan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://irzasetiawan.wordpress.com/2009/01/22/suara-hati-arya-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">irzasetiawan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://irzasetiawan.files.wordpress.com/2009/01/sasuke.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sasuke</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>