jump to navigation

Setetes Cicipan Surga July 12, 2009

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
add a comment

Gambar artikelSetetes Cicipan Surga

By : Irza Setiawan

Al-Mubarrid menyebutkan dari Abu Kamil dari Ishaq bin Ibrahim dari Raja’ bin Amr An-Nakha’i, berkata, “Adalah di Kufah, seorang pemuda tampan, serta sangat rajin beribadah, wajahnya selalu penuh dengan linangan air mata, karena begitu takutnya dengan Allah, dan begitu gembiranya atas segala karunia Allah. Suatu hari, karena ada suatu keperluan, pemuda tersebut berkunjung ke kampung dari Bani An-Nakha’, lisannya tidak pernah berhenti dari zikir, selalu mengagungkan nama Allah, derap langkahnya bijaksana, setiap ada orang dia sapa dengan ramah, di saat sedang berjalan, pemuda itu bertemu dengan seorang wanita dengan kecantikan seindah bidadari surga, jilbab yang lebar, wajah yang rupawan, derap langkah yang mempesona, sungguh menjadi pesona tiap pemuda yang merindukan istri yang shalehah, di saat mata mereka saling menatap, ada sebuah gejolak rasa yang aneh melintas di dalam dada, perasaan aneh yang semakin bergelora, semakin lama semakin menyiksa, dan akhirnya berpuncak pada suatu kesadaran kepada keduanya, Astagfirullah, rupanya syaitan sudah mulai menancapkan godaan sesatnya, keduanya menunduk, mengalihkan pandangan demi menjaga kemuliaan. (more…)

Memetik Ilmu, Menabur Manfaat May 28, 2009

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
add a comment

indahnya menjemput cinta bidadariMemetik Ilmu, Menabur Manfaat

By : Irza Setiawan

Ya Allah… pinta kami…

Jika dakwah adalah pilihan

Maka biar hati ini memilihnya

Jika dakwah adalah kewajiban

Maka kuatkan kami menjalaninya

Jika dakwah adalah kecintaan

Maka ikhlaskan kami untuk merasakannya

Jika dakwah adalah badai kesulitan

Maka kuatkan kami untuk bisa bertahan

Lega hati ini, di saat program kerja Lembaga Dakwah Kampus selesai, segenap keletihan pikiran, pengorbanan waktu, tetesan keringat, campur aduk menjadi satu dan menghasilkan senyum mengembang di wajah teman-teman seperjuangan, teruslah berjuang, wahai para pemuda, para pemudi, teruslah mengagungkan kebesaran islam, langkahkan kaki kalian untuk dakwah, bekerjalah kalian untuk kemaslahatan umat, untuk keteladanan akhlak, untuk merubah zaman jahiliah menjadi zaman yang terang benderang di bawah naungan islam, percayalah, wahai saudaraku, siapa saja yang menolong agama Allah, maka Allah akan menolongnya, yakinlah, bahwa Allah tempat berserah diri, Dia adalah pendengar terbaik seluruh keluh kesah masalah hambaNya, apabila semua manusia berkumpul untuk mencelakakanmu, demi Allah, hal itu tidak akan terjadi tanpa seizinNya, memang setiap manusia tidak akan pernah lepas dari masalah, tapi jadikan masalah itu menjadi bekal, menjadi pengalaman untuk selalu memperbaiki diri, jika kamu mendapat masalah, di rudung nestapa, hati teriris, air mata menetes tak tertahankan, bangunlah di sepertiga malam terakhir, mengeluh kesahlah kepada Allah sepuas-puasnya, hingga di saat fajar datang, pagi menjelang, kokok ayam bersahut-sahutan, tiada lagi duka lara selain kebahagiaan yang terungkap, yang menaungi qalbu, menenteramkan jiwa.

Sekarang waktunya, menempel pengumuman, setelah sibuk mendesain pamplet, penuh gambar, warna-warni biar kelihatan menarik, asik merangkai kata, terciptalah sebuah kalimat sederhana ”Hadirilah Pengajian Umum Mingguan hari ini jam segini, tempatnya disini ”.

Di saat hari H, persiapan sudah selesai, meja kursi tertata rapi, sound system tersedia, layar tancap ada, pemateri siap, sampai-sampai kipas angin untuk kesejukan juga disediakan, tetapi sungguh tidak di sangka, pesertanya bisa di hitung dengan jari, wah.. teman-teman sampai berkata, kira-kira apa yang salah ya akhi? Kok pesertanya sedikit begini, yah manusia hanya bisa merencanakan, Allah jua yang menentukan, tapi yakinlah, insya Allah setiap niat kita sudah di catat Allah, amin.

Lain halnya jika ada pamplet, selebaran, dengan kata-kata yang juga sangat sederhana ” Hadirilah acara dangdutan, dengan dimeriahkan oleh artis ibu kota, biaya masuk hanya Rp … ”

Maka seketika itu pula, tempatnya membludak, pengunjungnya berdatangan dari berbagai pelosok, tua, muda, pria, wanita hadir, sambil berjingkrak-jingkrak di depan panggung, meskipun terik membakar kulit, walaupun air hujan mengguyur, berdesak-desakan, sampai-sampai mengeluarkan ongkos biaya masuk, tetapi tetap saja banyak pengunjungnya, sungguh ini bukan berarti saya melarang hiburan, dan sesungguhnya hiburan sangat penting bagi kita semua, hati yang hampa, jiwa yang letih, wajah yang lusuh, sungguh sangat memerlukan hiburan, tapi dilihat dulu hiburan jenis apa, tentunya hiburan yang sesuai dengan kaidah syar’i, tidak adanya ikhtilat atau pencampuran cowok dan cewek, tidak adanya khalwat, dan tanpa syahwat yang melenakan, entah itu menonton televisi dengan film-film yang membangun jiwa, mendengar nasyid penentram qalbu, dan sebagainya. (more…)

Suara Hati Arya January 22, 2009

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
add a comment

sasukeSUARA HATI ARYA

By : Irza Setiawan

Aku benci semuanya

Rasa takutku, kelemahanku, sifat egoisku

Entah siapa diriku sebenarnya ?

Semuanya menjadi berbeda karena kejadian itu

Kenapa aku menjadi seorang pecundang seperti ini

Batin Arya meringis, menahan pahit yang sangat menyesakkan dada, sejak kejadian dimana cintanya di khianati, ikrar janjinya di ingkari, malam itu, selepas dia tiba di Bandara Adi Sutjipto Jogjakarta, Reka calon istrinya ternyata menjalin hubungan dengan laki-laki lain, kondisi kejiwaannya terguncang, hanya iman di dalam dada yang membuatnya tenang.

Malam semakin dingin, kaca jendela mengembun, Arya bangkit dari tempat tidurnya, melangkahkan kakinya mengambil air wudhu, air suci mengaliri tubuhnya, sajadah dihamparkannya, lalu dia menghadap yang Maha Kuasa, air mata mengaliri pipinya, sungguh hanya Allah tempat curahan hatinya, di saat masalah datang, orang-orang menyebut nama Allah, di saat pesawat lepas landas, cuaca tidak terkontrol, para awak pesawat gelisah, mereka akan menyebut nama Allah, di saat peperangan terjadi, dan ujung pedang menembus tubuh seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, di waktu tubuh tidak bisa digerakan, pandangan menjadi buram, nafas tinggal satu-satu, dan malaikat maut siap mencabut nyawa seseorang, maka orang itu akan menyebut nama Allah, duhai Allah, Engkaulah yang menenangkan hati tiap hamba-hambaMu, tenangkanlah hati hambaMu ini ya Allah, ampunilah setiap salah dan khilaf hamba, maafkan hamba jikalau masih belum bisa menjadi imam yang baik bagi Reka, maafkan jikalau hamba masih kurang mensyukuri nikmatMu, maafkan hamba jika sempat melanggar batasan mahram antara hamba dengan Reka ya Allah, hamba tahu dia masih belum resmi menjadi istri hamba, dia masih belum halal bagi hamba, maafkan hamba jikalau sering menelponnya, SMS dia, bertemu dengannya, tapi malah hal itu yang membuat hamba melanggar batas syariatMu ya Allah, hal yang hamba anggap remeh, ternyata dosanya Nauzubillah, ampuni hamba. (more…)

Pornografi Mengancam Kita January 22, 2009

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku, Opiniku.
add a comment

PORNOGRAFI MENGANCAM KITA

By : Irza Setiawan

Tingkah laku seseorang sangat bergantung kepada jalan pikirannya kepada objek yang dipikirkan. Sebab, pemikiranlah yang membentuk dan memperkuat mafahim (persepsi) terhadap segala sesuatu. Disamping itu, manusia selalu mengatur tingkah lakunya dalam kehidupan di dunia ini sesuai dengan persepsinya terhadap kehidupan. Sebagai contoh, persepsi seseorang terhadap orang yang dicintainya akan membentuk perilaku yang berlawanan dari orang tersebut terhadap orang lain yang dibencinya. Jadi, tingkah laku manusia selalu berkaitan erat dengan persepsi yang dimilikinya (more…)

Di Balik Kerudung Cinta September 27, 2008

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
1 comment so far

Jenis         : Novel

Tebal        : 315 Halaman

Penulis     : Irza Setiawan

Insya Allah Segera Terbit

 

Perlahan – lahan sinar rembulan tenggelam, sinar bintang di angkasa mulai lenyap, deru angin malam terus bergulung – bergulung di luar sana ,rasa dingin terasa menembus pori-pori kulitku, merasuk ke dalam tulangku, tapi rasa dingin ini seakan-akan lenyap, di saat bibirku mengucapkan ayat-ayat Allah, aku terpaku di atas sajadah, air mataku mengalir lembut, tetesan-tetesan kristal bening yang meleleh di kedua mataku terus mengalir, membasahi sajadah hijau muda ini, di saat memikirkan kekurangan diri di keheningan malam, nikmat dari Allah tiada henti & tiada terputus, sedangkan pengkhianatanku juga tiada henti & tiada terputus, 24 jam Allah memberikan nikmatnya, nikmat mata yang bisa melihat, nikmat telinga yang bisa mendengar, dan sebagainya, sedangkan diriku, kadang-kadang lupa dengan-Nya,lupa menyebut nama-Nya yang agung, terpedaya oleh kenikmatan dunia yang semu, memang aku bukan nabi yang bisa selalu sempurna, aku hanyalah manusia biasa yang mempunyai banyak kekurangan, tapi aku harus terus berjuang untuk menggapai cintaNya. Fajar mulai terbit, kokok ayam bersahut-sahutan,sambil menikmati indahnya pagi, (more…)

Cinta Menuju Surga September 26, 2008

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
add a comment

Cinta Menuju Surga

 

 

Jenis                 : Novel

Tebal                : 121 Halaman

Penerbit            : Belum diterbitkan karena belum ada media disini, hehehe

Penulis              : Irza Setiawan

 

Bagi Tommy, Bunga merupakan sosok anak gadis yang aneh, gadis yang selalu menyendiri, tapi hal inilah yang membuat Tommy tertarik kepadanya, setelah menjalani proses yang panjang, hubungan keduanya semakin dekat, namun keadaan harus memisahkan (more…)

Metamorfosa Cinta September 26, 2008

Posted by irzasetiawan in Karya-karyaku.
add a comment

Jenis                      : Kumcer ( Kumpulan Cerpen )

Tebal Halaman      : 142 Halaman

Penerbit                : MAC Press

 

Metamorfosa Cinta Ini ditulis Rame-rame oleh Bayu Yoga Dinata, Chairul Echwan, Irza Setiawan, Julianda Rosyadi, Mahfuzh Amin, Wahyu Hidayat, dan Zayed Norwanto, tujuh remaja yang hidup di sebuah kota kecil di kota Amuntai, meskipun di kota ini (more…)